BANGLI - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah bersama masyarakat untuk memerangi penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Bangli. Jika sebelumnya Pemkab Bangli, telah mengeluarkan intruksi untuk membatasi operasional Pasar Umum, Toko Modern dan Sengol. Kebijakan pembatasan terhadap warung-warung milik warga juga telah dilakukan Desa Kedisan, Kintamani sejak awal bulan April lalu. Selain itu, pihak desa juga intens melakukan penyemprotan disinfektan hingga ke rumah-rumah warga untuk menangkal Covid-19 masuk kewilayah setempat.
Perbekel Kedisan I Nyoman Gamayana saat dikonfirmasi Senin (06/04/2020), membenarkan pihaknya telah melakukan sejumlah kebijakan untuk mencegah penyebaran cirus corona ke daerah yang berada di pinggir danau Batur ini. Disampaikan, jika sebelumnya operasional warung tak pernah diatur dan bebas tergantung pemilik warung. Kini jamnya diatur, yakni hanya boleh buka mulai pukul 07.00 wita hingga pukul 18.00 wita. “Pembatasan operasional warung-warung ini sesuai hasil rapat yang telah kita lakukan dengan melibatkan prajuru desa beserta warga Kedisan, terkait upaya pencegahan dan penanggulangan virus Corona,” ungkapnya.
Disampaikan, sesuai hasil rapat tersebut, pihaknya telah membentuk satgas penanggulangan Virus Corona di internal desa. Satgas ini kemudian telah membuat posko di kantor desa setempat serta membuat sejumlah spanduk yang dipasang di tempat umum, seperti Balai Banjar dan Kantor Desa. "Kebijakan yang kita lakukan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Bali untuk bersama-sama menanggulangi virus corona. Kami gunakan anggaran desa untuk semua kegiatan tersebut,” bebernya.










