Ungkap 13 Fakta Hukum dalam Kasus PT DOK, Tim Pengacara dari Gendo Law Office Minta 5 Terdakwa Dibebaskan

Fakta hukum hanya I Nyoman Tri Dana Yasa yang dapat mengakses dan mengeksekusi akun trading sebagai pemilik akun dan trader tunggal.

(Last Updated On: )

Kelima terdakwa saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi.Foto/ist

DENPASAR-Fajarbali.com|Kasus Investasi Bodong PT Dana Oil Konsorsium (DOK) dengan kerugian korban mencapai Rp 30 miliar kini memasuki agenda pembacaan pleroi dari penasehat hukum lima terdakwa dengan inisial IPSOA, IPEYA, INAS, RKP, dan IWBA.

Pledoi setebal 170 halaman dibacakan oleh penasihat hukumnya dari Gendo Law Office secara bergantian, pada sidang yang berlangsung hari Rabu, 8 Mei 2024, di Pengadilan Negeri Denpasar yang dipimpin hakim Gde Putra Astawa.

BACA Juga : Dua Pengunjung Wisdom Terseret Arus Pantai Legian, Satu Hilang Terseret Ombak

Salah satu kuasa hukum para terdakwa, I Wayan Adi Sumiarta, S.H., dari Gendo Law Office menerangkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan para terdakwa dan barang bukti yang diajukan ke depan persidangan, pihaknya  mencatat setidaknya ada 13 fakta hukum, yaitu:

Fakta hukum trading di bursa berjangka beresiko sangat tinggi. Fakta hukum I Nyoman Tri Dana Yasa adalah pemilik  ide/konsep trading yang menjamin modal investor aman dan 0 persen resiko. Fakta hukum hanya I Nyoman Tri Dana Yasa yang dapat mengakses dan mengeksekusi akun trading sebagai pemilik akun dan trader tunggal.

BACA Juga : Dua Pemotor Dikeroyok dan Ditusuk Gegara Senggolan di Jalan Raya

Fakta hukum I Nyoman Tri Dana Yasa adalah owner sekaligus direktur PT. DOK. Fakta hukum para terdakwa bekerja dibawa perintah I Nyoman Tri Dana Yasa dan digaji berdasarkan presentase. Fakta hukum tidak hanya para terdakwa yang bekerja digaji oleh I Nyoman Tri Dana Yasa.

Fakta hukum I Nyoman Tri Dana Yasa adalah pihak yang menikmati keuntungan dari PT. Monex, baik berupa hadiah maupun komisi per lot. Fakta hukum I Nyoman Tri Dana Yasa sengaja melosskan dana milik para investor. Fakta hukum semua investor bisa melakukan edukasi. Fakta hukum semua investor bisa mendapatkan komisi/fee marketing.

BACA Juga : Polresta Ringkus 35 Tersangka Selama Sebulan, Ada Tiga Wanita Cantik jadi Pengedar

Fakta hukum para terdakwa mengajak keluarga untuk ikut berinvestasi karena percaya dengan kata-kata I Nyoman Tri Dana Yasa. Fakta hukum trading yang diakukan oleh I Nyoman Tri Dana Yasa melalui PT. Monex mengalami kerugian. Dan Fakta hukum I Nyoman Tri Dana Yasa melakukan trading dengan dana masyarakat tapi mengaku ke PT. Monex menggunakan dana pribadi.

“Semua fakta hukum tersebut membuktikan bahwa para terdakwa tidak bersalah”, ujar Adi Sumiarta. Adi Sumiarta menyampaikan bahwa terkait unsur-unsur yang dikatakan terbukti oleh Penuntut Umum sudah terbantahkan. Karena tidak ada niat dari para terdakwa untuk sengaja membantu kejahatan yang dilakukan oleh I Nyoman Tri Dana Yasa.

BACA Juga : Aniaya Sopir Taksi, Imigrasi Deportasi Turis Australia

“Berdasarkan seluruh fakta hukum yang Kami sampaikan, I Nyoman Tri Dana Yasa adalah Terdakwa tunggal. Atas hal tersebut Adi Sumiarta meminta agar para terdakwa dibebaskan.” Kami memohon kepada majelis hakim agar para terdakwa dibebasakan”, tegas Adi Sumiarta.

Dalam Pledoinya, Adi Sumiarta juga menyatakan apabila ternyata benar bahwa perbuatan para terdakwa memenuhi unsur sebagimana yang dinyatakan Penutut Umum dalam surat tuntutannya, maka semua perbuatan tersebut adalah dibawah perintah dari I Nyoman Tri Dana Yasa selaku owner, trader tunggal dan Direktur PT DOK.

BACA Juga : Pelaku Pembunuh Cewek Michat di Kamar Kos di Kuta Ngaku Panik dan Menyesal

Karena para terdakwa beritikad baik, sehingga berdasarkan pasal 51 ayat (2) KUHP harus dilepaskan.”Karena para terdakwa terbukti sebagai pekerja dan bekerja di bawah perintah I Nyoman Tri Dana Yasa, maka ketika ada peristiwa pidana yang berhubungan dengan pekerjaannya, hal tersebut menjadi tanggungjawab majikan dalam hal ini I Nyoman Tri Dana Yasa”, tutup Adi.W-007

Next Post

Terbaik Nasional, Inbis ITB STIKOM Bali Siap Jelajah Australia

Rab Mei 8 , 2024
Inbis ITB STIKOM Bali esmi terpilih sebagai bagian dari empat lembaga inbis terbaik dari seluruh Indonesia untuk mengikuti Program Start-Up Go Global yang akan diselenggarakan di Australia pada akhir Juni 2024 mendatang.
STIKOM

Berita Lainnya