Sajian Kuliner dan Parade Budaya Khas Nusantara di GWK Pukau Delegasi World Water Forum Ke-10

GWK
Welcoming Dinner WWF ke-10 di GWK menampilkan pertunjukan seni Nusantara yang spektakuler.

 

MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Indonesia menjamu para pemimpin dan delegasi World Water Forum ke-10 dalam gelaran welcoming dinner di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Minggu (19/5) malam. Parade budaya khas Indonesia kental terasa mulai dari pakaian yang dikenakan kepala negara dan undangan, penampilan seni musik dan tari, serta menu makan malam.

Presiden RI Joko Widodo dan kepala negara mengenakan kemeja bahan tenun Sintang khas Kalimantan Barat dan para undangan level Menteri mengenakan kemeja bahan tenun Endek khas Bali.

Suara teduh gitar Sape khas Suku Dayak, Kalimantan Timur mengawali dimulainya makan malam. Seniman Yuan Prawida yang mengenakan baju tenun dan hiasan kepala khas Kalimantan mengiringi makan malam dengan instrumen lagu pop Indonesia dan mancanegara.

Pada santap malam forum air terbesar di dunia itu, disajikan hidangan pembuka, sup, makanan utama, dan hidangan penutup khas daerah-daerah di Indonesia yaitu Aceh, Kudus, Lombok, Palu, Manado, dan Bali. Terdapat kerang pan seared (seared scallop), soto kudus, garangasem, steik sapi belancang (belancang beef tenderloin), pepes kembang tahu, binte, buntil daun papaya, klappertar, dan buah segar tropis (fresh tropical fruit).

Terdapat tiga kelompok makanan yang dapat dipilih oleh tamu, yaitu reguler, no beef, dan vegetarian. Sambil menikmati makan malam, para tamu dihibur dengan penampilan budaya yang mengusung tema utama acara “Air untuk Kesejahteraan Bersama” dengan mengambil makna air.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top