BANGLI-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sepanjang bulan Januari 2021 hingga saat ini, belasan bencana telah menerjang wilayah Kabupaten Bangli yang diakibatkan dampak cuaca ekstrim. Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, tercatat sebanyak 12 laporan kebencanaan yang terjadi dari bulan Januari hingga Kamis (04/02/2021) di daerah kabupaten berhawa sejuk ini.
“Sejak awal tahun sampai hari ini, laporan kebencanaan yang masuk ke BPBD Bangli sebanyak 12 laporan,” ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, saat ditemui dikantornya Kamis (04/2/2021).
Menurut dia, sejatinya cuaca buruk berupa hujan deras telah mulai terjadi sejak bulan Oktober 2020 dengan intensitas ringan. “Namun memasuki bulan Desember 2020 hingga sekarang intensitasnya semakin tinggi. Sesuai perkiraan BMKG, cuaca ekstrim berupa hujan deras, angin kencang dan kilat akan terjadi hingga bulan Maret mendatang,” sebutnya. Untuk tahun ini,diakui puncak cuaca ekstrim terjadi karena siklus tahunan, bertepatan dengan sasih kaulu sesuai keyakinan umat hindu di Bali.
Rincian dari 12 laporan titik bencana alam yang terjadi sesuai laporan yang diterima BPBD Bangli berupa kebakaran pemukiman sebanyak 3 kali. Yakni di banjar Blong (Suter), Penatahan Susut dan di Br. Gunaksa, Cempaga. Selanjutnya, bencana tanah longsor disertai pohon tumbang sebanyak 4 kali. Yakni, di br. Telemba (Batur Selatan), Kelurahan Cempaga, br. Tandang Tribuana (Batur Utara dan terakhir di Desa Sukawana.










