DENPASAR -sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com |Kejahatan siber (skimming) kini merajalela. Polisi mengimbau kepada para nasabah Bank untuk berhati-hati apabila melakukan transaksi. Diharapkannya, para nasabah untuk tidak menggunakan nomor PIN yang identik dengan angka tanggal lahir, atau nomor pribadi yang bisa dibobol para pelaku.
Selain itu, para nasabah juga diminta untuk tidak memberikan nomor PIN kepada siapa pun, termasuk orang yang ngaku-ngaku pegawai Bank.
Hal itu disampaikan Wadir Reskrimsus Polda Bali, AKBP Ambariyadi Wijaya saat gelar rilis perkara tindak pidana kejahatan skimming di Mapolda Bali, belum lama ini.
Dijelaskannya, sejak tahun 2020 pihaknya sudah menerima ratusan laporan polisi menyusul maraknya kejahatan skimming. Para pelaku kejahatan siber tidak hanya menyasar nasabah Bank Luar Negeri tapi juga nasabah di Indonesia.
"Ya kami menerima banyak laporan Polisi. Mayoritas korban nasabah ini Bank di Indonesia. Jadi beberapa nasabah dari Bank BPD Bali melaporkan uangnya hilang," sebutnya.
Dibeberkannya, para penjahat ini menggunakan berbagai modus operandi. Salah satunya merekam PIN ATM saat transaksi di mesin ATM. Mereka memasang kamera pengintai yang dipasang di kanopi ATM.
Mantan Kapolres Probolinggo Jawa Timur ini menjelaskan para pelaku cenderung mengganti kanopi mesin ATM dan seolah-olah itu asli. "Untuk itu, pihak perbankan menganjurkan agar saat pencet PIN ditutup pakai tangan atau penutup lainnya," imbuhnya.










