Banjir Lumpur di Sungai Unda

Warga di bantaran Sungai Unda, Klungkung, Senin (27/11) pagi dikejutkan dengan bunyi gemuruh dari hulu. Bunyi tersebut rupanya berasal dari banjir lumpur yang mengalir deras. Uniknya, masyarakat tidak panik, sebaliknya mereka justru beramai-ramai menonton banjir tersebut. Meski sudah dilarang, warga justru semakin ramai, bahkan ada yang nekat menangkap ikan ke tengah sungai yang dipenuhi lumpur.

SEMARAPURA-fajarbali.com | Pantauan di lokasi, banjir lumpur sudah terjadi sejak pukul 06.30 wita. Air Sungai Unda yang biasanya jernih, berubah menjadi lumpur. Kerikil dan ranting pohon juga ikut terbawa arus yang cukup deras. Fenomena alam inipun seketika menjadi sorotan warga yang melintas. Banyak yang memarkir kendaraan, dan menonton di sekitar objek wisata Tukad Unda. Semakin siang, jumlah warga yang menonton semakin banyak, bahkan arus lalu lintas Klungkung-Paksebali sempat krodit.

Komang Sinta, salah satu warga yang terlihat asik berswafoto menuturkan, ia datang ke Sungai Unda hanya karena penasaran. Banyak warga yang berhenti dan iapun tertarik untuk menonton peristiwa langka tersebut. “Saya datang ke sungai unda hanya ingin tahu saja karena dibilang ada banjir lahar dingin di sungai unda,” ujarnya riang. Tak sekadar menonton, Sinta mengatakan banyak juga warga yang turun ke sungai untuk menangkap ikan. Apalagi banyak ikan yang muncul ke permukaan. “Tadi banyak yang datang nangkap ikan di tepi sungai Unda. Kemungkinan ikanya keracunan belerang jadi banyak keluar,” imbuhnya.

Lurah Semarapura Kangin, Wayan Sudarma menegaskan ia sudah mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar Sungai Unda. Apalagi di saat terjangan banjir lumpur seperti sekarang ini. Sayangnya, imbauan tersebut tak berpengaruh banyak. Warga tetap saja antusias menyaksikan banjir yang terjadi sepanjang hari. Di samping itu, warga di bantaran Sungai Unda yang berjumlah 15 kepala keluarga juga diingatkan untuk selalu waspada. Mengingat, erupsi Gunung Agung bisa terjadi kapan saja.

“Pemerintah dari Kelurahan sudah mengimbau agar masyarakat tidak lakukan aktivitas apapun di aliran sungai di pinggir sungai maupun di sekitar sungai. Layanan foto prawed di Sungai Unda ditutup sementara. Begitu juga warga di bantaran sekitar 15 KK dan di Sungai Unda 88 KK atau sekitar 240 jiwa sudah kami imbau,” tegasnya.

Peringatan senada juga disampaikan oleh Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta. Saat meninjau ke Sungai Unda, ia berkali-kali mengimbau agar masyarakat tidak menonton banjir dan menangkap ikan. Di samping itu, warga yang bermukim di bantaran sungai dan sekitar Sungai Unda juga diingatkan agar selalu waspada. Mereka juga diminta untuk bersiap-siap, karena sewaktu-waktu bisa saja harus dievakuasi.

“Kita datang ke bantaran untuk imbau masyarakat agar masyarakat waspada karena kita tidak tahu kapan erupsi terjadi. Sekali lagi mohon masyarakat untuk tidak beraktivitas di dekat sungai. Jangan mencari ikan digunakan sebagai alasan, masuk ke dalam banjir lumpur. Untuk evakuasi masyarakat di bantaran sungai, saya belum konfirmasin ke BPBD. Masih dicek dan masyarakat diharapkan siap-siap dan waspada,” tegas Wabup Kasta. (dia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bahas RUU Kepalangmerahan, DPR RI Kunjungi Bali

Sel Nov 28 , 2017
Komisi IX DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Bali, Senin (27/11/2017) dalam kaitan penyusunan draft Rancangan Undang-Undang Kepalangmerahan.