BANGLI - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Secara resmi Pemerintah Propinsi Bali telah membuka secara resmi sejumlah destinasi wisata untuk wisatawan nusantara. Namun hal tersebut, nyatanya belum diberlakukan oleh pihak pengelola desa wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli. Sejauh ini, pihak pengelola obyek wisata yang terkenal sebagai desa terbersih ke tiga di dunia itu, masih terus melakukan persiapan matang, khususnya untuk mendisiplinkan warga dalam penerapan protocol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid 19.
“Meski sejumlah destinasi wisata di Bangli telah dibuka namun kami pihak pengelola dan Desa Adat Penglipuran memilih untuk sementara tetap ditutup,” ujar Pengelola Obyek Desa Wisata Penglipuran I Nengah Moneng, Minggu (2/8/2020).
Kata dia, pembukaan obyek wisata desa Pengelipuran baru akan dilakukan setelah persiapan menjalankan protocol Kesehatan matang dilakukan. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu tim verifikasi. “Kita ingin menguatkan disiplin protocol kesehatan diinternal dulu. Setelah semuanya siap, kami baru akan membuka Penglipuran untuk wisatawan,”akunya.
Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat Penglipuran I Wayan Supat. Kata dia, alasan Penglipuran belum dibuka untuk wisatawan karena masih sedang mempersiapkan diri sebelum menerima kunjungan wisatawan. Salah satunya mempersiapkan protokol kesehatan dan menyesuaikan adaptasi kehidupan era baru. “Kami ingin memastikan warga kami benar-benar siap menjalankan tatanan kehidupan baru secara normal. Tentunya dengan terus memberikan edukasi karena pariwisata di Penglipuran bersentuhan langsung dengan wisatawan terutama masyarakat setempat sehingga harus benar-benar dipersiapkan,” ungkapnya.










