STOP Stigma Negatif Terhadap Pasien Covid-19

(Last Updated On: )

DENPASAR-fajarbali.com | Di tengah wabah Covid-19, muncul satu fenomena sosial yang berpotensi memperparah situasi yakni stigma negatif terhadap seseorang atau sekelompok orang yang mengalami gejala atau menyandang penyakit tersebut. Sebagai penyakit baru, banyak yang belum diketahui tentang Covid-19, sehingga menyebabkan munculnya stigma sosial dan diskriminasi terhadap orang yang dianggap mempunyai hubungan dengan virus ini.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Bali terus mengupayakan komunikasi risiko untuk mengurangi munculnya stigma negatif di kalangan warga masyarakat terkait Covid-19. “Upaya untuk mengajak masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri, dan tugas kita semua untuk menyadarkan masyarakat serta mengurangi stigma negatif melalui komunikasi risiko,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya.

Masyarakat diminta tidak memberikan stigma negatif kepada pasien positif Covid-19 dan keluarganya, karena dapat mempengaruhi kesembuhan pasien itu sendiri. “Walaupun saat ini, jumlah pasien Covid-19 yang sudah sembuh semakin meningkat, namun kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan harus tetap ditingkatkan. Selain itu, kasus penyebarannya sebagian besar masih terjadi melalui transmisi lokal termasuk klaster keluarga. Untuk itu masyarakat kita minta selalu waspada dan mampu meminimalisir stigma negatif jika ada warga yang terpapar,” ungkapnya.

Suarjaya menambahkan, komunikasi risiko berfungsi untuk mencegah kepanikan masyarakat. Selain itu, membuat agar ke depannya masyarakat bisa menerima dan bisa membantu kebutuhan atau keperluan dari masyarakat yang terpapar positif Covid-19.

“Saat ini kegiatan tracing contact tetap dilakukan dari petugas puskesmas maupun dinas kesehatan, hingga ada ditemukan beberapa kasus positif. Langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19, diantaranya dengan mengikuti protokol kesehatan, kemudian bila ada keluarga yang pernah kontak dengan yang positif agar segera melapor ke Satgas terdekat dan bila bergejala agar secepatnya ke fasilitas kesehatan,” terangnya.

Selain itu, tetap meningkatkan daya tahan tubuh atau imun melalui gerakan masyarakat hidup sehat, dengan mengatur pola makan gizi seimbang, olahraga, kelola stres, istirahat yang cukup. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Divonis 9 Bulan Penjara, Terdakwa Kasus Penghinaan Ajukan Banding

Kam Nov 5 , 2020
(Last Updated On: )DENPASAR – Fajarbali.com | Linda Fitria Paruntu yang pada sidang sebelumnya divonis 9 bulan penjara, akhirnya menyatakan banding.

Berita Lainnya