Rumah Kontrakan Pengedar Narkoba Digerebek, Amankan Sekilo Sabu dan Ekstasi

(Last Updated On: )

 

DENPASAR -fajarbali.com |Maunya cari untung dari bisnis narkoba, malah jadi buntung ditangkap Polisi. Itulah yang dilakoni pengedar narkoba bernama Saugi Hasan (35). Ia kini meringkuk di rumah tahanan Polresta Denpasar setelah Polisi menemukan sekilo sabu dan ratusan butir ekstasi di rumah kontrakannya di Pondok Citra Resident Jalan Pulau Galang, Denpasar Selatan, pada 15 July 2021 siang. 

 

Menurut Kapolresta Denpasar, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan, tersangka Saugi Hasan dibekuk di seputaran Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, pada Rabu 14 July 2021 sekitar pukul 19.20 Wita. Pria yang dicurigai sebagai pengedar narkoba ini terlihat mengendarai sepeda motor dan berhenti di Areal parkir Fontamart di Jalan Imam Bonjol.

 

Namun saat mengetahui dirinya diawasi Polisi, tersangka kelahiran Denpasar ini membuang bungkusan rokok dari tangannya. Tak ingin barang bukti raib, Polisi kemudian menangkapnya dan mengambil bungkusan tersebut. 

 

Setelah bungkusan rokok dibuka ternyata berisi satu paket kristal bening diduga sabu seberat 9,96 gram yang digulung dengan tissu warna putih dan dilakban warna hitam. Selanjutnya petugas menggiringnya ke rumah kontrakannya di Pondok Citra Resident Jalan Pulau Galang Denpasar Selatan. 

 

Dari hasil penggeledahan di lemari pakaian, Polisi menemukan sebuah kotak karton berisi satu plastik besar kristal bening diduga Shabu seberat 997 gram, satu paket kecil Sabu seberat 6,78 gram dan sebuah bungkus rokok Luxio bekas. “Jadi, total Sabu yang diamankan seberat 1013,74 gram atau 1 kilogram,” ungkap Kombes Jansen. 

 

Di dalam rumah tersebut juga ditemukan sebuah timbangan dan sebuah alat penghisap bong. Ternyata tak hanya sabu, didapati juga 230 butir pil ekstasi warna kuning dengan berat 94,66 gram. 

 

Hasil interogasi, tersangka mengaku mendapatkan narkoba tersebut dari orang bernama Hendra dan AAK yang kini masih buron. Pengakuan lainnya, tersangka mengaku bisa mendapatkan untung dari bisnis narkoba tersebut sebesar Rp 15 juta untuk sekali tempel. 

 

“Pelaku mengaku bisa mendapatkan Rp 15 juta sekali tempel, karena dia biasa mengedarkan dalam jumlah besar,” bebernya.

 

Selama menjalankan bisnis haram tersebut, tersangka mengaku sudah beroperasi sejak 5 bulan lalu. Ia mengedarkan sabu dengan cara menempel sebanyak tiga kali di Denpasar. 

 

“Ini merupakan tangkapan terbesar barang bukti sabu tahun ini, sekaligus sebagai prestasi Polresta Denpasar karena berhasil selamatkan 50 ribu jiwa generasi muda dari sasaran peredaran narkoba,” imbuhnya. (Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Terpapar Covid-19 dan Menolak Isoman, Perempuan Asal Rusia Dipulangkan ke Negaranya

Kam Jul 22 , 2021
(Last Updated On: )  DENPASAR -fajarbali.com |Anzhelika Naumenok (33) perempuan asal Rusia yang semula menolak isolasi mandiri (isoman) setelah terpapar pandemi covid-19, akhirnya dideportasi ke negaranya melalui Bandara International Soekarno Hatta, Jakarta, pada Rabu 21 July 2021. 

Berita Lainnya