Pinjaman Daerah Rp 75 M Hanya Untuk Pembangunan Dua Gedung RSU Bangli

BANGLI-Fajarbali.com | Rencana revitalisasi pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli dipastikan tahun ini akan segera mulai dilakukan. Menyusul, pinjaman daerah sebesar Rp 75 miliar sudah dipasang dalam APBD Perubahan Bangli tahun 2021. Sesuai master plan pembangunan RSU Bangli, dana sebesar itu akan dipergunakan untuk membangun dua unit gedung berlantai IV, masing-masing gedung 1 A dan gedung 1 B untuk berbagai layanan kesehatan. Lokasinya, di bagian selatan RSU Bangli, mulai dari Poliklinik, Kantin dan Ruang Mahotama yang nantinya akan dibongkar untuk pembangunan gedung baru.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyusunan DED RSU Bangli, I Wayan Diana Amerta saat dikonfirmasi Senin (23/8/2021), menegaskan perencanaan pembangunan RSU Bangli sudah selesai dibuat.  

“DED sudah ada. Tahap selanjutnya, sekarang akan dilakukan pelelangan di Unit Layanan Pengadaan (ULP), untuk memilih rekanan. Pengerjaannya, akan dilakukan secara multiyears dari tahun 2021 hingga 2022, perkiraannya selama 10 bulan,” ungkap Diana Amerta yang juga Kepala Bagian Umum RSU Bangli.Kata dia, proses tender pembangunan dua gedung tersebut menjadi satu paket.

Baca Juga: 
Penggunaan Sertifikat Vaksin Bagi Pengunjung Mall Masih Menunggu Arahan Pemprov Bali
Pemerintah Terus Genjot Vaksinasi di Bali

“Lelang pembangunan menjadi satu paket, untuk dua gedung. Karena sumber anggaran satu, dari pinjaman daerah,” ungkapnya. Lebih rinci dijelaskan, sesuai DED pembangunan dua gedung akan dibangun lantai IV. Peruntukannya, untuk gedung 1 A, lantai bawah akan dipergunakan untuk Lab dan rontgen. Lantai I, untuk IGD dan bank darah. Lantai II, ada ruang Ponex untuk ibu melahirkan dan lantai III, untuk ruang intensif (ICU, Micu, ACCU).

Sementara Gedung 1 B, lantai bawah untuk pembangunan Poliklinik, farmasi, rekam medik. Lantai I, poliklinik dan HD (cuci darah). Lantai II, untuk CSSD (instalasi pelayanan sterilisasi), ruang persiapan untuk operasi, ruang pemulihan untuk operasi dan lantai III untuk kamar operasi.

“Di gedung 1 B ada dua ruang poliklinik. Karena jika tidak cukup di lantai bawah, bisa naik lagi di lantai I karena memang banyak memang dibutuhkan,” jelasnya.

Pihaknya juga memastikan, anggaran Rp 75 miliar ini, untuk pembangunan dua unit gedung itu saja.

“Luas masing-masing gedung, 24 meter kali 40 meter. Dibangun empat lantai. Anggaran masing-masing sebesar Rp 35 miliar lebih. Namun untuk gedung 1 B, spesifikasinya memerlukan anggaran lebih tinggi karena ada ruang operasi,” jelasnya. Karena itu, ditekankan lagi, dari jumlah pinjaman daerah sebesar Rp 75 miliar itu, tidak ada penataan lain termasuk pembangunan parkir bawah tanah karena anggarannya masih belum mencukupi.

“Ini khusus untuk pembangunan dua gedung itu saja,” sebutnya.  Lokasinya, lanjut dia, akan dibangun dari ruang Mahotama ke timur sampai kantin. “Kebelakangnya sampai Poliklinik, itu yang akan diobok-obok nanti. Dari ruang Poliklinik, ruang isolasi yang sekarang, gedung Mahotama dan kantin. Sedangkan untuk UGD tidak kena, itu masuk tahap selanjutnya,” jelasnya.

Disinggung seberapa besar urgensi pembangunan dua unit gedung tersebut, menurut dia, mengacu pernyataan Bupati Sang Nyoman Sedana Arta untuk menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bangli yang representative. Karena itu, dilakukan penyusunan master plan yang baru, agar bisa mengakomodir pembangunan gedung-gedung sarana dan prasarana yang memadai untuk pengembangan rumah sakit kedepannya,” jelasnya.

Hal yang yang sama juga disampaikan, Direktur RSU Bangli, dr. I Nyoman Arsana. Revitalisasi RSU Bangli dilakukan, untuk memberikan pelayanan yang representatif guna meningkatkan pelayanan jangka panjang.

“Sejauh ini, kita kekurangan ruangan. Kedepan sub unit pelayanan akan bertambah, untuk sejumlah dokter spesialis,” jelasnya. Terkait rencana pembangunan tersebut, pihaknya juga menyakinkan untuk pelayanan akan tetap jalan. Hanya saja, pihaknya mengaku secara teknis realisasi pembangunannya masih menunggu perintah lanjutan dari Bupati Bangli.  

“Kita harus berani memulai untuk membuat gedung representatif, untuk meningkatkan pelayanan. Sedangkan terkait dengan kondisi masih pandemi covid, nanti akan kita pikirkan dan diskusikan kembali dengan pimpinan,” pungkasnya. (ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Bupati Tamba Lantik I Made Budiasa sebagai Sekda Definitif

Sab Agu 28 , 2021
NEGARA – Fajarbali.com | Setelah sempat tertunda, I Made Budiasa yang sebelumnya menjabat Pj Sekda akhirnya dilantik oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba sebagai Sekda Definitif. Pelantikan digelar di Rumah Jabatan Bupati Jembrana dengan protokol kesehatan ketat serta diikuti oleh OPD lainnya secara virtual di ruang kerja masing – masing, […]