DPRD Bali Harapkan Pj Gubernur Bali Harus Manfaatkan Anggaran Efektif & Efisien

“Efektif artinya tepat sasaran, jangan sampai diefisienkan dulu, tetapi tidak sampai nanti. Intinya sampai dululah. Jadi anggaran itu harus efektif sampai tepat sasaran dan efisien. Kalau masih ada sisa dikembalikan,” tandasnya.

(Last Updated On: )

Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama

DENPASAR-fajarbali.com

Teka-teki Penjabat (Pj) Gubernur Bali akhirnya terjawab. Dari tiga nama yang diusulkan oleh DPRD Bali, Staf Khusus (Staffsus) Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum Irjen Pol Sang Made Mahendra Jaya ditunjuk sebagai Pj Gubernur Bali menggantikan Wayan Koster yang selesai masa jabatannya pada tanggal 5 September mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama. “Saya sudah dikasih tahu juga, sampai kepada Pak Gubernur secara langsung bahwa yang terpilih itu adalah Sang Made Mahendra Jaya,” terangnya usai Rapat Paripurna DPRD Bali, Jumat (01/09).

Meski sudah mengetahui, Afi Wiryatama mengaku belum menerima surat resmi terkait penunjukan Pj tersebut. “Pak Gubernur menyampaikan pada saya bahwa itu (Sang Made Mahendra Jaya) pasti, karena Pak Gubernur sudah dipanggil Mendagri,” ujarnya.

Dirinya berharap, siapa pun yang ditunjuk menjadi Pj oleh Mendagri, program-program maupun kebijakan yang telah dijalankan dengan baik oleh Gubernur Koster bisa dilanjutkan. “Siapapun pilihan Mendagri yang berwenang, saya Ketua DPRD hanya mencalonkan. Kita kemarin mencalonkan tiga orang, siapa yang terpilih, ya sudah. Harapan saya kebijakan yang sudah berjalan dengan baik bisa berjalan,” harapnya.

Termasuk juga dengan program pembangunan yang belum sepenuhnya berjalan, bisa dijalankan. Dan juga, jangan sampai ada program yang nantinya justru tumpang tindih. Soal anggaran, Adi meminta kepada Pj agar lebih memanfaatkan anggaran sesuai dengan kemampuan.

“Efektif artinya tepat sasaran, jangan sampai diefisienkan dulu, tetapi tidak sampai nanti. Intinya sampai dululah. Jadi anggaran itu harus efektif sampai tepat sasaran dan efisien. Kalau masih ada sisa dikembalikan,” tandasnya.

Sebagai Pj yang memiliki kewenangan sama dengan Gubernur, tentu perencanaan pembangunan harus dirancang dengan matang. Sehingga, bisa terlaksana dengan baik. “Kalau kita gagal, apapun gagal di Bali ini akan berdampak luas pada perekonomian kita di Bali yang bersumber pada pariwisata budaya yang rentan dengan keadaan yang sangat krusial itu,” kata dia.

Terakhir, Adi Wiryatama yang merupakan mantan Bupati Tabanan dua periode ini mengajak masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang disusun. “Kami harapkan semua komponen masyarakat Bali jaga persatuan dan kesatuan. Siapapun gubernurnya, Pj ataupun apa, mari kita dukung demi pembangunan kita di Bali,” pungkasnya. W-011

Next Post

Pemkab Karangasem Apresiasi Satu-satunya TK/PAUD/PWP Hadir di Kecamatan Manggis

Sab Sep 2 , 2023
Pratama Widya Pasraman dibawah naungan Yayasan Dharma Sedana Santhi
PWP 1

Berita Lainnya