Ditawari Jimat, Cincin Emas Milik Disabilitas Dirampas, Pelaku Mengaku Petugas Dinsos

SEMARAPURA-fajarbali.com | Seorang disabilitas asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan bernama I Ketut Merta (45) menjadi korban perampasan dan pencurian.


Satu-satunya benda berharga yang dimilikinya, yakni sebuah cincin emas raib setelah dirampas oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai petugas dari Dinas Sosial. Pelaku mengambil paksa perhiasan tersebut setelah sebelumnya menawarkan jimat penyenyak tidur kepada korban.

Rabu (16/6/2021), Ketut Merta dengan rinci memberi keterangan terkait peristiwa yang menimpanya kepada petugas kepolisian. Pria yang sehari-hari berjualan di warung sederhana miliknya di pinggiran Jalan Raya Desa Gunaksa-Kusamba tersebut menururkan, peristiwa pahit tersebut terjadi pada Senin (14/6/2021) siang.

Baca Juga :
Mucikari Prostitusi Online Ditangkap
Wabup Suiasa Hadiri Penilaian Penyuluh Pertanian Teladan BPP, Gapoktan dan Petani Berprestasi, Komitmen Bangun Sektor Pertanian Lebih Baik Kedepannya

Ketika itu, seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario berhenti di depan warung yang ditempati bersama kakaknya, I Ketut Kuat (70) yang mengalami strok. Perempuan yang mengaku bernama Ayu, berasal dari Banjarangkan namun bekerja di Karangasem ini lantas memesan kopi kepada Ketut Merta yang merupakan disabilitas. Ia memiliki keistimewaan di kaki sehingga tidak dapat berjalan seperti orang biasa.

Dengan kondisi demikian, Ketut Merta mengatakan tidak dapat membuatkan pesanan perempuan tersebut, kemudian menyarankan agar membeli air mineral (Aqua) saja. Sambil berbincang, perempuan yang katanya berkerja di Dinas Sosial tersebut menawarkan jimat kepada Ketut Merta. Yakni jimat sebagai penyeyak tidur.

Korban sudah berulang kali menolak menerima jimat, tetapi perempuan tersebut tetap memaksa. Bahkan tanpa ragu, ia memasukkan jimat tersebut di saku pakaian korban. Tak hanya itu, kakak korban juga sempat diberikan uang Rp5000 dan makanan.

“Saya sudah bilang tidak mau gegemet (jimat), tapi tetap dipaksa,” ujarnya pilu.

Naasnya, beberapa menit kemudian, perempuan tersebut langsung menjalankan aksinya. Yakni memaksa mengambil cincin emas seberat 3 gram yang dikenakan korban. Padahal, korban sudah berulang kali mengiba dengan mengatakan cincin emas itu adalah barang palsu.

Tetapi pelaku tak mengubris, ia tetap mengambil kemudian kabur ke arah barat. “Saya sudah bilang itu cincin emas palsu, tapi tetap dirampas juga,” tuturnya.

Ketut Merta tak sanggup melawan, ia hanya menangis menghadapi peristiwa yang dialaminya. Beruntung, dirinya sangat cermat dan sempat mencatat nama-nama pembeli yang singgah ke warungnya. Sehingga semua kejadian yang terjadi hari Senin lalu, bisa disampaikan secara rinci kepada petugas kepolisian. (dia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Bali Perlu Contoh Jatim Dalam Tata Kelola Sampah

Sab Jun 19 , 2021
SURABAYA-fajarbali.com | Persoalan sampah selalu menjadi permasalahan kompleks disetiap daerah, termasuk di Bali. Namun, beberapa daerah tergolong berhasil dalam melakukan penanganan sampah. Salah satunya Pemprov Jawa Timur.