DENPASAR - Fajarbali.com | Pengacara Raymond Simamora terdakwa kasus karena kesalahannya menyebabkan orang lain mengalami luka harus menelan pil pahit setelah upaya hukum banding yang ditempuh atas putusan 2 bulan penjara tidak dikabulkan oleh majelis hakim tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar.
Diketahui, sebelumnya pria asal Medan Ini oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar I Gede Rumega dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena kesalahannya menyebabkan orang lain mengalami luka dan dijatuhi hukuman 2 bulan penjara.
Menanggapi putusan bading Ini, secara hukum Raymond masih belum memastikan apakah menerima atau mengajukan upaya hukum kasasi. Namun yang jelas, hingga berita ini ditulis Raymond mengatakan belum menerima salinan putusan PT tersebut.
Tapi dibalik semua ini, ada pernyataan menarik yang dilontarkan pria yang berprofesi sebagai pengacara ini. Dia mengatakan, tidak heran dengan putusan banding itu karena sebelum kasusnya sampai ke Kejaksaan, diduga ada pihak-pihak selain korban yang memang ingin dia dipenjara.
“Saya menduga, banyak pihak ingin saya dipenjara, dan anehnya lagi ada salah satu oknum anggota dewan Badung yang juga ingin agar saya dipenjara. Padahal setahu saya antara saya dengan oknum anggota dewan ini tidak ada masalah,” tegas Raymond Simamora di Denpasar, Senin (8/3/2013).
Dugaan keterlibatan anggota dewan Badung dalam upaya untuk memenjarakannya, menurut Raymond terlihat dengan keiikutsertaannya menandatangani surat yang ditujukan kepada Kapolre Badung yang salah satu poin dari surat itu meminta agar upaya Raymond untuk meminta penangguhan penahanan tidak dikabulkan.










