Promosi KIE Percepatan Penurunan Stunting di Desa Bubunan

ihsvdbaidvbwakvbw

FOTO: STUNTING-Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus di Desa Bubunan, Seririt, Buleleng, Selasa (24/10).

 

SINGARAJA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali bersama Komisi IX DPR RI, melanjutkan kegiatan Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus, Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Selasa (24/10).

Perbekel Bubunan Ketut Gunarsana, melaporkan, desanya memiliki penduduk 4.536 jiwa dengan 1.480 Kepala Keluarga (KK). Menurut data terkini, ada 17 ibu hamil, delapan di antaranya kehamilan berisiko tinggi.

Untuk jumlah bayi di bawah dua tahun (baduta) sebanyak 16 anak dengan kondisi sehat. Sedangkan bayi di bawah lima tahun (balita) jumlahnya mencapai 284 anak. Dari ciri fisiknya, dua balita berisiko.

"Risiko ibu hamil terjadi karena anemia dan kekurangan energi kronis, tapi sudah diberikan zat besi dan suplemen oleh tim bidan desa. Demikian pula untuk balita yang tinggi badannya kurang ideal telah diberikan makanan berprotein dan kalsium oleh dinas kesehatan melalui puskesmas," jelas Gunarsana.

Perbekel juga melaporkan, kinerja Bina Keluarga Balita (BKB) yang merupakan suatu program dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal, berjalan dengan baik. Pihaknya punya program rembuk setiap bulan guna membahas isu kesehatan seperti HIV/Aids, kesehatan reproduksi, stunting dan sebagainya.

Kepala Dinas P2KBP3A Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka, menjelaskan, prevalensi stunting di Buleleng yang bersikisar 11 persen tergolong masih tinggi. Untuk itu perlu upaya lebih serius lagi. Apalagi di Bubunan ia mendapat laporan ada delapan bayi terinsipirasi stunting.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top