MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Pemerintah Kabupaten Badung melalui Bidang Perekonomian menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinergitas Pelaksanaan Tugas Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Ruang Rapat Nayaka Ghosana III, Senin (25/2/2019).
Rakor dibuka oleh Kasubbag Ketenagakerjaan, ESDM dan Transmigrasi, Bagian Perekonomian Setda Badung, Ni Komang Muliani. Rapat Koordinasi ini fokus dalam rangka pembahasan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Migas, Pertambangan Mineral bukan Logam dan Batuan dan pemakaian Air Tanah di Kabupaten Badung.
Rakor dihadiri perwakilan PT Pertamina Persero Endhar Maha Putra, Kabid Penegakan Perda Sat Pol PP Badung Ambara Dewi, Dishub Badung, Perwakilan dari Kepolisian Resor Badung I Komang Juniawan, Sat Pol PP dan Dinas Perijinan Provinsi, Perwakilan Camat se-Kabupaten Badung, PDAM beserta OPD terkait.
Hasil monitoring dan evaluasi Migas Dari tahun 2018 permasalahan di lapangan yang dihadapi adalah proses penerapan mesin pompa BBM terlambat karena belum ada petugas tera dan disparitas harga elpiji 3 kg tidak bisa dikendalikan dan penggunaannya yang tidak tepat sasaran serta permasalahan urgent yang ditemui dilapangan yaitu pengoplosan.
"Pemecahan masalah di tahun 2018 yang sudah kita laksanakan adalah kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kab. Badung dan Pertamina, aparat Kepolisian dan Camat se-Kab. Badung untuk memfasilitasi tentang peneraan mesin pompa BBM di masing-masing SPBU serta meningkatkan monev terhadap masyarakat pengguna dan pengusaha Migas," ungkapnya.










