Wisatawan Makin Sepi, Pengusaha Raffting Ciutkan Tenaga Kerja

AMLAPURA-fajarbali.com | Pandemi covid-19 yang masih berlangsung membuat dunia pariwisata di Karangasem semakin tak menentu. Kondisi itu membuat pengusaha harus memangkas tenaga kerja untuk mengurangi beban biaya operasional. Salah satu obyek wisata yang terdampak yakni pariwisata rekreasi arum jeram (rafting) di Telaga Waja, kecamatan Rendang, pengusaha dengan terpaksa merumahkan tenaga kerjanya lantaran wisatawan yang datang tidak menentu. 

Pemilik usaha rafting, Bali Mitra Wahana (BMW) I Made Agus Kertiana, Rabu (28/4/2021) kemarin, mengaku, pihaknya dengan sangat terpaksa harus mengurangi tenaga kerjanya untuk menekan pengeluaran biaya operasional. Pengurangan tenaga kerja ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu akibat dampak menurunya jumlah kunjungan wisatawan yang berekreasi arum jeram di alur sungai Telaga Waja.

“Sekarang tenaga kerja masih sekitar 15 orang, itupun mereka kerja kalau ada bokingan wisatawan untuk melakukan arum jeram,” ujarnya. 

Baca Juga :
DPRD Bali Pertimbangkan Kirim Surat Dukungan ke Presiden
Wabup Patriana Terimakasih Bantuan Donatur ke Warga Terdampak Pandemi

Agus Kertiana mengatakan, sebelum pandemi berlangsung dan kondisi normal, BMW memperkerjakan tenaga kerja hampir 200 orang. Mereka, sebagian besar merupakan tenaga kerja lokal asal seputaran kecamatan Rendang. Namun, karena kondisi tidak memungkinkan mempertahankan tenaga kerja, perusahan terpaksa mengambil jalan mengurangi tenaga kerja.

“Ini kebijakan yang cukup berat, disatu sisi kasian, tapi disisi lain itu harus di lakukan karena pemasukan juga tidak ada,” ujarnya lagi. 

Saat ini, kata Agus Kertiana, wisatawan tidak menentu datangnya. Sehingga perusahan baru buka ketika ada permintaan dari wisatawan untuk berafing, jika tidak ada perusahan pun tidak buka. Itupun, jumlah wisatawan dalam rombongan paling banyak 10 orang.

“Paling banyak 10 orang, itu dalam seminggu, dan itu jauh jika dibandingkan saat kondisi normal dalam sehari saja bisa 50 sampai 80 orang,” ujarnya. 

Agus Kertiana juga mengatakan, meski wisatawan jarang, namun retribusi tetap dipungut oleh Dinas Pariwisata. Meski secara hitungan itu sangat rugi, namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena itu sudah kewajiban.

“Retribusi tetap dipungut sesuai dengan jumlah wisatawan yang datang, kalau hitungannya ya perusahan rugi besar, karena dengan wisawatan yang hanya sekali dalam seminggu tidak cukup untuk biaya operasional,” pungkas Made Agus Kertiana yang juga wakil ketua II DPRD Karangasem ini. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ratusan Pejabat Eselon IV Struktural Di Pemkab Karangasem Disederhanakan ke Fungsional

Sab Mei 1 , 2021
AMLAPURA-fajarbali.com | Kebijakan pemerintah pusat terkait penyederhanaan jabatan dari struktural ke fungsional mulai diterapkan dan dilakukan pelantikan paling lambat pada  30 Juni 2021 mendatang. Di Pemkab Karangasem sendiri, ratusan pejabat eselon IV dari structural digeser ke fungsional. Saat ini, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Karangasem masih melakukan proses identifikasi.