Perwakilan BKKBN Bengkulu dan Bali, Saling Berbagi Pengalaman

Rombongan tamu yang dipimpin Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu M. Iqbal Apriansyah, berjumlah 10 orang, berasal dari perwakilan berbagai bidang dan OPD KB kabupaten di setempat.

 Save as PDF
(Last Updated On: 20/12/2023)

FOTO: (ki-ka)-M. Iqbal Aprinsyah, Sarles Brabar, Desak Nyoman Triarsini.

DENPASAR – fajarbali.com | Memikul tugas yang sama di bidang kependudukan, khususnya percepatan penurunan stunting, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, mengunjungi Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, di Denpasar, Senin (18/12/2023).

Rombongan tamu yang dipimpin Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu M. Iqbal Apriansyah, berjumlah 10 orang, berasal dari perwakilan berbagai bidang dan OPD KB kabupaten di setempat.

Iqbal mengakui, keberhasilan Bali menjadi Provinsi dengan prevalensi stunting terendah nasional, serta berbagai prestasi lain, menjadi daya tarik baginya untuk menimba ilmu, pengalaman serta tips-tips sukses menjalankan program.

“Baru masuk (kantor-red), kami sudah terkesan dengan lingkungan hijau. Arsitekturnya juga menjaga budaya. Kami banyak diskusi tentang berbagai hal. Jadi kami pasang mata dan telinga untuk menyerap pengalaman di Bali,” kata Iqbal.

Tak hanya itu, Iqbal yang menyempatkan diri mengisi poadcast di Kantor BKKBN Bali, pun memuji strategi tim media sosial (medsos) BKKBN Bali yang aktif. “Untuk medsos, kami ingin centang biru,” ujarnya, sembari menambahkan, hasil dari kunjungan ini untuk melengkapi dan memperbaiki Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di BKKBN Bengkulu.

Ketua Pokja Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Perwakilan BKKBN Bali, Desak Nyoman Triarsini, mengungkapkan, pihaknya pun masih terus belajar, sehingga pertemuan tersebut tidak bermaksud saling menggurui, namun lebih kepada berbagi pengalaman.

Pasalnya, kata Desak, setiap daerah memiliki karakteristik masing-masing yang tak terlepas dari kearifan lokal. Misalnya di Bali, terdapat istilah KB ala Bali dengan empat anak agar nama Ketut, sebagai identitas anak keempat tidak punah.

Kearifan lokal Bali itu pun, diselaraskan dengan mengutamakan kualitas keluarga. Demikian pula tentang desa adat yang masih terjaga di Bali. Sehingga salah satu strategi BKKBN Bali membangun sinergi dengan lembaga-lembaga adat.

“Tak lupa kami sampaikan bahwa kerja sama kami dengan awak media, baik cetak, tv, radio dan online sangat baik. Kami terus berkolaborasi di setiap kegiatan,” kata Desak.

Tujuannya agar KIE dalam hal inovasi hingga penurunan stunting tercapai, selain untuk memperkuat Program Bangga Kencana.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sarles Brabar menyampaikan keterbukaan menerima kunjungan. Dia menuturkan, di tahun 2023 ini sudah menerima 7 kunjungan ke BKKBN Bali.

“Keunggulan di Bali terendah angka stunting di Indonesia. Kota Denpasar paling rendah dibandingkan lainnya,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengaku belajar di Bali. Karena di daerah asalnya Papua, angka stunting tinggi. Sarles menyampaikan terkait program KB Bali, dan tidak lagi menyampaikan program dua anak cukup.

“Kami berinovasi dengan menyampaikan program keluarga berkualitas, terutama 1000 hari pertama kehidupan, hingga dua tahun jarak kelahiran,” kata Sarles memungkasi. (Gde)

 Save as PDF

Next Post

Tabrak Truk, Bule Belanda Kendarai Motor Tewas Dalam Kondisi Kepala Terputus

Sel Des 19 , 2023
Dievakuasi ke Rumah Sakit
IMG_20231219_190824

Berita Lainnya