Perbanyak Lubang Biopori, Tak Perlu Risau saat Kemarau

fst

FOTO: PkM dan Baksos pembuatan 100 titik lubang biopori di lingkungan UNR.

 

DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai (FST UNR) bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, membuat 100 titik biopori di lingkungan kampus, yang dikemas dalam Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan Bakti Sosial, Sabtu (9/12/2023)

PKM dan Baksos mengusung tema "Biopores for Water Resources Sustainability" atau Biopori untuk Kelestarian Sumber Daya Air. Dekan FST UNR Dr. Ir. Putu Doddy Heka Ardana, ST., MT., IPM., menyebut, penanaman 100 titik biopori ini, merupakan langkah kecil tapi bermanfaat untuk bumi.

Pihaknya mendapatkan bantuan dari BWS Bali-Penida. Tujuan penamaan biopori, sebagai gerakan bersama  untuk menyelamatkan air, dan pada intinya untuk menyelamatkan bumi.

Menurut Doddy, mindset tersebut penting ditanamkan kepada mahasiswanya, bahwa menyelamatkan bumi tidak selalu dengan tindakan besar dan biaya tinggi, namun dimulai dari lingkungan sendiri. "Ternyata sangat sederhana, tetapi perlu kebersamaan," kata Doddy.

Kepala BWS Bali-Penida, diwakili Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (SDA), Made Denny Satya Wijaya, S.T., M.Si., menjelaskan, pihaknya memang memiliki program menggandeng perguruan tinggi, desa dan berbagai komunitas peduli sungai untuk gerakan biopori.

"Gerakan menanam biopori terus akan bertambah, karena program yang kami kolaborasikan antar (Dinas) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan akademisi tersebar titik tanam yang cukup banyak, sekitar 5623 titik yang harus kita sebar," kata Denny.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top