Kasus Kriminalitas dan Narkoba di Wilayah Hukum Polresta Menurun, Lakalantas Naik

Sebanyak 85 Kasus Selesai

(Last Updated On: )

JUMPA PERS-Jumpa pers akhir tahun di mapolresta Denpasar, pada Sabtu 30 Desember 2023. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Kasus tindak pidana kriminalitas yang terjadi tahun 2023 di wilayah hukum Polresta Denpasar secara umum menurun. Penurunan ini meliputi sejumlah kasus tindak pidana yang ditangani seperti kasus pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, pencurian kekerasan, dan sebagainya. Penurunan ini juga meliputi kasus penanganan narkotika. 
 
Dalam penyampainya saat press release akhir tahun di mapolresta Denpasar, pada Sabtu 30 Desember 2023, Kapolresta Denpasar Kombespol Wisnu Prabowo menerangkan bahwa kasus tindak pidana kriminalitas yang terjadi tahun 2023 menurun. 
 
Dibeberkanya, untuk tahun 2022 Satreskrim Polresta Denpasar menangani 1.134 kasus, sementara tahun 2023 menangani 999 kasus. “Total jumlah kasus kriminalitas yang bisa diselesaikan tahun 2023 sebanyak 780 kasus,” beber Kombes Wisnu. 
 
Mantan Direktur Shabara Polda DIY ini menjelaskan, jenis kasus yang mendominasi yang terjadi tahun 2023 adalah kasus pencurian biasa sebanyak 178 kasus. Kemudian, kasus pencurian kendaraan bermotor sebanyak 91 kasus. Kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 77 kasus. 
 
“Jadi secara umum, kasus kriminalitas tahun 2023 terjadi penurunan laporan kasus kejahatan,” tegas perwira melati tiga dipundak ini. 
 
Untuk penyelesaian kasus, Kombes Wisnu kembali menjelaskan bahwa penyelesaian kasus sebanyak 85 persen dan sisanya 15 persen sisanya masih tahap penyidikan. “Sisanya ada yang sudah tahap 1 dan tinggal tahap 2,” ungkap Kombes Wisnu didampingi Kasatreskrim Kompol Mirza Gunawan. 
 
Sementara itu, berdasarkan hasil Anev kasus narkoba juga menurun. Di mana, tahun 2022 sebanyak 273 kasus, sementara tahun 2023 sebanyak 250 kasus. Barang bukti paling banyak adalah shabu seberat 2,9 kg. 
 
“Pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti yang berhasil disita tahun ini diperkirakan menyelamatkan 100.000 jiwa dari bahaya narkoba,” bebernya. 
 
Kombes Wisnu menerangkan, secara keseluruhan kasus yang ditangani Polresta Denpasar di tahun 2023 bila dibandingkan tahun 2022 terjadi penurunan, tapi jumlah masih banyak. 
 
“Ada beberapa kasus menonjol yang menyita perhatian publik seperti kasus bule Rusia mengaku dikriminalisasi, bule Irlandia tabrak pengendara sepeda motor hingga meninggal dunia, kasus bajing kids, dan lainnya,” tandasnya. 
 
Penurunan dua kasus ini tidak diikuti dengan kasus lakalantas. Selama periode 2023 ini kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polresta Denpasar naik dua kali lipat. Tahun 2022 sebanyak 851 kejadian. Sementara tahun 2023 sebanyak 2.112 kejadian. 
 
“Meningkatnya kasus lakalantas ini menjadi perhatian Polresta Denpasar pada tahun 2024 melalui penegakan hukum dan juga sosialisasi tentang tertib berlalu-lintas,” ujarnya.  
 
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (Anev) Kamtibmas 2023, beber Kombes Wisnu, korban meninggal dunia akibat lakalantas tahun 2023 juga meningkat. Tahun 2022 sebanyak 92 orang dan tahun 2023 sebanyak 112 orang. Korban luka berat juga meningkat. 
 
Tahun 2022 sebanyak 29 orang dan tahun 2023 sebanyak 40 orang. Korban luka ringan naik dua kali lipat. Tahun 2022 sebanyak 1.239 orang dan tahun 2023 sebanyak 2.600 orang.
 
“Di bidang lalu lintas ini jumlah kejadian, jumlah korban meninggal dunia, jumlah korban luka berat, dan jumlah korban luka ringan meningkat. Kerugian materiil yang ditimbulkan akibat kecelakaan yang terjadi sebanyak Rp 565.360.000,” ungkapnya. R-005 

Next Post

DPM-KM Fapet Unud Selenggarakan SUKMA 2023

Sab Des 30 , 2023
Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan dan Informasi Dr. I Nyoman Sumerta Miwada, S.Pt., MP. dan dihadiri oleh Ketua BEM, Ketua DPM dan seluruh peserta SUKMA 2023.
Fapet

Berita Lainnya