Faktor Hawa Dingin, Nikah Usia Dini di Bangli Tertinggi di Bali

BANGLI-fajarbali.com | Kabupaten Bangli tercatat tertinggi di Bali dalam hal nikah di usia dini. Ada yang berusia 16 tahun sudah menikah. Banyak faktor penyebab, salah satunya karena faktor dingin.

Kasubid Advokasi dan KIE Kantor Perwakilan BKKBN Bali, I Made Arnawa mengatakan itu, Selasa kemarin di sela-sela acara Komunikasi Infornasi dan Edukasi (KIE) Kreatif, di Kampung KB, Desa Pengotan Bangli.

”Kabupaten Bangli tertinggi di Bali dalam hal nikah dini”, tegas Arnawa. Namun dia tidak memberikan angka nikah dini, tetapi hanya menyebut secara kualitatif. Mengenai hal itu dia akui ada datanya, tapi tidak bisa ditunjukkan saat itu. Dikatakan Kabupaten lain yang masuk nominasi dalam catatan nikah usia dini selain Bangli yakni Jemberana, Buleleng, dan Karangasem. Dikatakan nikah yang diberikan rekomendasi BKKBN yakni di usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Namun faktanya di Bangli ada di usia 16 tahun  sudah menikah.”Di Bangli usia 16 tahun ada sudah menikah”, jelasnya.

Menjawab faktor penyebabnya, Arnawa menjelaskan bahwa banyak faktor yang menyebabkan nikah usia dini, yakni faktor Bangli wilayahnya dingin, akibat putus sekolah, kurang aktifitas dan faktor lainnya yakni karena minat. “Kadang kalau sudah putus sekolah orang tua menyuruh anaknya menikah”, jelasnya.

Dia menyebut konsekuensi nikah dini adalah tingkat kematian ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan, karena dipengaruhi faktor kesehatan reproduksi. Dikatakan digelarnya acara KIE kreatif adalah untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya kualitas hidup keluarga. Untuk mewujudkan kualitas hidup, maka generasi muda diharapkan untuk menjadi generasi berencana (Genre), menjauhi nikah dini, menjauhi narkoba dan tidak juga menikah terlalu tua dan terlalu dekat jarak kelahiran serta terlalu sering melahirkan. Dan meraih pendidikan setingi-tingginya, tidak justeru putus sekolah apalagi menikah dini.  

Acara Genre pada saat itu berbagai slogan terpangpang, seperti salam dua jari dari Bupati Bangli dan Nyonya yang bermakna dua anak cukup yang penting bahagia dan sejahtera, laki perempuan sama saja. Demikian juga gambar dua jari Kepala Perwakilan BKKBN Bali, Ida Bagus Wirama. Selain itu juga muncul tulisan PUP yang artinya Pendewasaan Usia Perkawinan (Pernikahan). Bahkan ada slogan Generasi Berencana Jauh dari Sengsara, dan slogan lainnya. (sum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Cuaca Buruk, Krisis Air Bersih di Klungkung Belum Tertangani

Rab Nov 29 , 2017
Krisis air bersih di wilayah Kecamatan Klungkung belum berakhir. Sudah tiga hari, 15 ribu pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klungkung ‘berburu’ air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
BPD BALI