Ditahan di Polresta Denpasar, Sosok Mertua Perkosa Menantu Ternyata Seorang Jro Mangku

(Last Updated On: )

DENPASAR -fajarbali.com |Unit Perlindungan dan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar saat ini masih memeriksa tersangka I Made Yusa alias De Onte (54), mertua yang memperkosa menantunya NMS (14). Ternyata tersangka ini merupakan saudara sepupu ayah korban yang juga seorang Jro Mangku. 

 

Demikian disampaikan Ketua P2TP2A, Luh Anggreni selaku pendampingan terhadap korban yang melaporkan kejadian ke Polresta Denpasar. “Ya Ayah korban dan pelaku adalah kakak adik sepupu. Pelaku ini seorang Jro Mangku,” ungkap Luh Anggreni ke wartawan, pada Rabu (1/7). 

Menurutnya, korban selama ini kehidupannya sangat memprihatinkan, berbeda dengan remaja lain yang memiliki orang tua. Selama ini korban ditinggal pergi oleh ayah kandungnya yang sudah 3 kali menikah dan kini berdomisili di Jawa. 

Sedangkan korban sendiri merupakan anak dari istri dari kedua ayahnya. Selama tinggal di Denpasar, kehidupan korban bersama ibunya terbilang  sederhana. Ibunya hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan cuma mengandalkan gaji pas-pasan. 

Padahal korban sendiri dalam keadaan hamil besar. Kehamilan remaja itu akibat diperkosa oleh sepupunya sendiri yang juga ayah pelaku, I Made Yusa. Setelah bayinya lahir pertengahan Bulan Maret 2020, kedua remaja itu dinikahkan secara sah, tapi keduanya pisah meski tinggal satu rumah. 

Naasnya sebulan melahirkan, korban kembali diperkosa mertuanya, I Made Yusa. Perkosaan terjadi pada Rabu (29/4) lalu sekitar pukul 03.00 dini hari di rumah Jalan Pulau Singkep, Pedungan, Denpasar Selatan. 

Pelaku diduga menyetubuhi korban dengan paksa pada saat korban sedang tidur sendiri di kamarnya. Korban sempat melakukan perlawanan dengan menendang korban namun perkosaan itu tetap terjadi. 

“Sekali yang berhasil. Tapi sebelumnya  korban sudah curiga dengan upaya pelaku mendekati korban. Ada dua kali aksi pelaku agak aneh saat masuk kamar korban,” tambah Anggreni. 

Anggreini mengatakan, saat ini NMS sangat trauma selalu terlihat diam, bengong dan bahkan suka marah. 

“Kejadian ini terungkap setelah korban curhat sama konselor puskesmas tempat dia periksa kandungan. Konselor langsung lapor ke kami P2TP2A Denpasar. Kami langsung laporkan ke Polresta Denpasar,” ungkap Angreini. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Selama 6 Bulan, 27 Orang Tewas Akibat Lakalantas di Wilayah Badung

Rab Jul 1 , 2020
(Last Updated On: ) MANGUPURA -fajarbali.com |Selama Bulan Januari hingga Juni 2020, kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Badung cukup tinggi. Dimana, dalam kecelakaan selama 6 bulan itu menewaskan 27 pengendara dengan mayoritas pelanggaran tidak mengenakan helm.   

Berita Lainnya