TABANAN - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Adanya laporan warga ke Polda Bali, yang menduga ada permainan curang dalam pengajuan pupuk bersubsidi di tahun 2018. Dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), Subak Gede Bungan Kapal di Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, yang memiliki luas lahan 120 hektar itu mengajukan pupuk bersubsidi melebihi luas tersebut. Dari temuan itu, akhirnya Polda Bali memberikan perintah kepada Polres Tabanan untuk melakukan pengecekan ke lapangan. Dan benar ada praktik mark up pupuk bersubsidi itu.
Bahkan menurut sumber, dikatakan ada permainan curang salah seorang oknum polisi di Mapolres Tabanan diduga meminta uang sebesar Rp60 juta untuk mengamankan kasus markup pengajuan pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh penyalur pupuk resmi Subak Gede Bungan Kapal, Tabanan, I Ketut Mudiana. Namun kasus ini tidak dilanjutkan setelah adanya permintaan uang sebesar Rp60 juta.
Bahkan, Mudiana selaku pengecer pupuk bersubdidi yang ditunjuk oleh distributor PT Setia Tani itu sempat diperiksa. Namun kasus ini tidak berlanjut setelah adanya kesepakatan memberikan sejumlah uang senilai Rp60 juta. Dugaan ini diperkuat dari hasil pertanggungjawaban rekapitulasi kas Kelompok Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) per 31 Desember 2019 lalu. Dalam laporan rekapitulasi tersebut tertulis Dikelurkan Dana Tambahan Modal Dari SHU Untuk Biaya KUAT ke Pihak Kepolisian senilai Rp60 juta. Saldo kas KUAT subak Gede Bungan Kapal tersisa per 31 Desember tertulis Rp22 juta.










