
FOTO: PROMOSI dan KIE Percepatan Penurunan Stunting di Desa/Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (25/9/2023).
NEGARA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana dr. Made Dwipayana, menyebut, program kemitraan antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan Komisi IX DPR RI tentang Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting sejalan dengan visi "Jembrana Emas tahun 2026 yang tengah digaungkan Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Atas nama Bupati Jembrana, Dwipayana mengapresiasi Komisi IX DPR dan BKKBN yang sangat memperhatikan kabupaten paling barat di Bali tersebut.
"Untuk kesekian kalinya bapak Komisi IX, bapak Kariyasa Adnyana hadir di wilayah kami. Kami sangat berterima kasih," kata Dwipayana di sela kegiatan, bertempat di Desa/Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (25/9/2023).
Pihaknya pun terus mengharapkan dukungan dari Komisi IX DPR dan BKKBN, karena penanganan stunting memerlukan partisipasi aktif semua elemen masyarakat. "Tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan generasi sehat, cerdas dan produktif diukur dari balita. Prevalensi stunting di Jembarana masih 14 persen pada 2022. Angka ini akan terus diupayakan turun," kata Dwipayana.
Perbekel Desa Melaya I Nyoman Warsana melaporkan, total penduduk desanya berkisar 13.600 jiwa. Data terbaru, ibu hamil berjumlah 76 orang, yang berisiko melahirkan bayi stunting 6 orang karena jarak kelahiran terlalu dekat.
Ibu nifas 30 orang yang berisiko 5 orang. Bayi di bawah dua tahun atau baduta sebanyak 225 anak, yang berisiko stunting 35 anak. Sedangkan bayi di bawah lima tahun (balita) totalnya 441, yang berisiko 55 anak.










