Usaha Ultra Mikro di Bali Serap Rp138,1 Miliar Pembiayaan PIP

Sebanyak 14 LKBB itu di antaranya meliputi dua anak usaha BUMN Bank BRI yakni Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) serta lembaga penyalur lainnya yakni koperasi.

(Last Updated On: )

FOTO: Dirut PIP Ismed Saputra (kiri) memberikan keterangan kepada awak media di Denpasar, Selasa (26/9).

 

DENPASAR – fajarbali.com | Sejak 2017 hingga September 2023, para pelaku usaha ultra mikro (UMi) di Bali telah menikmati pembiayaan sebesar Rp138,1 dari Pusat Investasi Pemerintah Kementerian Keuangan (PIP Kemenkeu) RI.

Fasilitas dana penyuntik usaha tersebut disalurkan PIP bagi 33.862 orang debitur. Demikian dikatakan Direktur Utama PIP Kemenkeu Ismed Saputra kepada awak media di Denpasar, Selasa (26/9).

Sementara realisasi dari Januari hingga September 2023 pembiayaan Umi mencapai Rp26,6 miliar kepada 4.900 debitur di Bali, berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

Ismed merinci, sebagian besar diserap pelaku usaha perdagangan, industri pengolahan, pertanian dan kerajinan. “Kabuten Buleleng menyerap Rp6,8 miliar, Tabanan dan Karangasem mencapai masing-masing Rp4 miliar,” jelas Ismed.

Ada pun skema penyaluran pembiayaan UMi itu dilakukan secara langsung melalui 14 lembaga keuangan bukan bank (LKBB) di Bali.

Sebanyak 14 LKBB itu di antaranya meliputi dua anak usaha BUMN Bank BRI yakni Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) serta lembaga penyalur lainnya yakni koperasi.

Ismed mengungkapkan Bali memiliki pangsa pasar yang potensial untuk menyerap pembiayaan Umi karena didukung sektor pariwisata dengan banyak pelaku usaha ultra mikro yang bergerak di sektor makan dan minum, jasa dan perdagangan.

Bagi LKBB, Bali juga menjadi pasar yang mendukung karena budaya masyarakatnya yang malu jika menunggak kredit sehingga kualitas pembiayaan UMi di Bali tergolong lancar dan angka kredit macet (NPL) yang terbilang rendah.

“Bagi sektor pembiayaan, Bali itu potensial karena budaya masyarakatnya yang mengakses pembiayaan, orang malu kalau tidak bayar,” ucapnya.

Sementara itu, di kawasan Bali dan Nusa Tenggara realisasi pembiayaan UMi mencapai Rp1,85 triliun dengan total debitur mencapai 496 ribu debitur sejak 2017-2023.

Sedangkan secara nasional, Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkeu itu mencatat realisasi pembiayaan UMi 2017-2023 mencapai total Rp33,4 triliun dengan debitur mencapai 9,1 juta debitur melibatkan 72 penyalur LKBB yang menjangkau 509 dari 514 kabupaten dan kota seluruh Indonesia. (Gde)

Next Post

KUI Gelar IISMA 2024 Preparation, Targetkan Kenaikan Awardees Unud

Sel Sep 26 , 2023
Mempersiapkan mahasiswa di Unud yang akan mengikuti ajang ini pada tahun 2024 mendatang.
iisma

Berita Lainnya