DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memberikan peringatan waspada tinggi gelombang laut di Wilayah Bali-NTB. Tinggi gelombang yang berkisar antara 2.0-4.0 meter ini berpeluang terjadi di Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Lombok, Selat Alas, Perairan Utara Sumbawa, Selat Badung, dan Selat Bali bagian Selatan. Bahkan, gelombang tinggi laut berkisar antara 3.5-5.0 meter (sangat tinggi) berpeluang terjadi di Perairan Selatan Bali-NTB, dan Samudera Hindia Selatan Bali-NTB. Tinggi gelombang laut ini diprediksi hingga 2 Pebruari 2021.
"Oleh karena itu, kita imbau masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di daerah tersebut untuk mepertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang tinggi sebelum melaut dan selalu memperhatikan update informasi cuaca dan gelombang dari BMKG," ujar Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, Agus Wahyu Raharjo.
Lebih lanjut, fenomena pasang maksimum air lut dapat terdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan. "Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada," imbuh Wahyu Raharjo.
Selain itu, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem. Sebab, hampir semua daerah di Bali berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi hingga akhir Februari 2021 mendatang. "Untuk daerah dengan topografi tinggi, seperti Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, dan Karangasem perlu lebih waspada terhadap potensi tanah longsor. Sementara untuk perkotaan, seperti Denpasar perlu lebih waspada terhadap banjir atau genangan air," terang Wahyu Raharjo kepada awak media.










