AA Kusuma Wardhana Ungkap Kekecewaannya pada H. Bambang

“Itu video lama. Awalnya saya menolak, tetapi dia (H. Bambang) mengatakan untuk kalangan internal pendukungnya. Bukan untuk disebarluaskan ke publik,” AA Ngurah Kusuma Wardhana.

 Save as PDF
(Last Updated On: 07/02/2024)

AA Ngurah K usuma Wardhana (paling kanan), memb awak media.erikan pernyataan kepada awak media.

DENPASAR-fajarbali.com | Panglisir Puri Kesiman AA Ngurah Kusuma Wardhana, merasa kecewa kepada calon anggota DPD RI dapil Bali H. Bambang Santoso maupun timnya karena dinilai telah melanggar perjanjian.

Raja Puri Kesiman itu menyatakan, video berbau dukungan tersebut merupakan video lama yang dibuat tahun 2018 ketika H. Bambang akan maju dalam Pemilu 2019 atau lima tahun lalu.

“Itu video lama. Awalnya saya menolak, tetapi dia (H. Bambang) mengatakan untuk kalangan internal pendukungnya. Bukan untuk disebarluaskan ke publik,” tegas AA Kusuma Wardhana, kepada awak media, di Puri Kesiman, Denpasar, Selasa (6/2/2024).

Pihaknya merasa perlu mengklarifikasi karena menimbulkan polemik warganet. Apalagi kemunculannya beberapa hari menjelang Pemilu 2024.

“Saya sebagai orang yang terlahir di puri, siapa pun yang datang wajib hukumnya menerima. Seingat saya, dia (H. Bambang) datang dua kali. Yang keduanya mohon doa restu terhadap pencalonan dirinya sebagai calon DPD RI dapil Bali. Saya pun merestui. Siapa pun yang datang, pasti saya support,” imbuhnya.

Termasuk klaim dari H. Bambang ada sejuta pemilih umatnya di Bali. AA Kusuma Wardhana pun mendukung intern, sambil mewanti-wanti agar video itu jangan dishare, jangan disiarkan. Dan, kenyataan memang tidak dishare pada waktu itu.

Lima tahun berselang, video itu ternyata tersebar luas di media sosial menjelang perhelatan Pemilu 2024. Hal ini pun membuat Kusuma Wardhana geram. Dia mengaku kecewa terhadap H. Bambang.

“Baru-baru ini saya terkejut, banyak yang nanya, yang menelepon saya, bahkan langsung datang menanyakan terkait video itu. Hal ini meresahkan semeton, wargi, masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan kekecewaannya terhadap Bambang Santoso yang tidak pernah datang lagi bersilaturahmi setelah terpilih sebagai DPD RI dapil Bali periode 2019-2024.

“Setelah jadi, dia hanya datang ke Puri waktu ngantar La Nyalla, Ketua DPD RI. Dari awal jadi DPD, Haji Bambang tidak pernah datang silaturahmi, apalagi mengucapkan terima kasih,” katanya.

Dengan tersebarnya video lama itu, kini memunculkan reaksi dari masyarakat Bali. Bahkan, Kusuma Wardhana sendiri memantau di media sosial banyak caci maki terhadap dirinya.

Namun, dia mengaku tidak marah dan tidak dendam, sebaliknya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang merespons video itu, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap Puri Kesiman.

“Saya tidak dendam, karena ketidaktahuan masyarakat. Namun, saya mau meluruskan supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan,” ujarnya.

Selain itu, AA Ngurah Kusuma Wardhana juga menyerukan kepada masyarakat untuk tidak memilih lagi Haji Bambang Santoso sebagai DPD RI dapil Bali, dengan alasan yang bersangkutan telah ingkar janji. “Saya tegas katakan, jangan pilih lagi Haji Bambang. Karena janjinya untuk tidak menshare video itu sudah diingkari, dan berakibat ujar ala sekarang,” pungkasnya. (gde)

 

 Save as PDF

Next Post

Peran Mediasi Emosi Positif dalam Hubungan Strategi Pemasaran dan Pariwisata Bahari Berkelanjutan

Rab Feb 7 , 2024
Konsep pembangunan berkelanjutan diterapkan dalam pariwisata bahari, dan kerangka ekonomi biru digunakan untuk mendorong praktik yang bertanggung jawab dan melestarikan ekosistem laut.
87c4f140-9ae0-4dd6-8391-91ca42c54faa

Berita Lainnya