Wakil Bupati Karangasem Raih Gelar Doktor Dengan Predikat Cumlaude

8 Views

AMLAPURA-fajarbali.com | Setelah menunggu akhirnya Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa resmi bergelar doctor setelah dilakukan sidang terbuka dengan desertasi “Kontroversi Nganen Pade Gelahang di dalam masyarakat Hindu di Kabupaten Karangasem, Rabu (11/4/2018) di kampus UNHI Denpasar.

Selain meraih gelar doctor, Wayan Artha Dipa juga dinobatkan memperoleh predikat camlaude dengan IP 3,78.

Sidang terbuka yang diajukan Wabup Artha Dipa berjudul “Perkawinan Pada Gelahang Masyarakat Bali Hindu Di Kabupaten Karangasem” diuji oleh sembilan orang Dewan Penguji. Diantaranya, Ketua/Promotor Dewan Penguji Prof. Dr. I Putu Gelgel, SH.,M.Hum., Sekretaris Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si., Ko-Promotor Dr. Ida Bagus Dharmika,MA, Dr.Ni Putu Suwardani, M.Pd.  Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si. , Prof Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Prof.Dr. Ida Bagus Gede Yudha Triguna, MS, Prof. Dr. I Kerut Suda,M.Si dan Dr.Dra. I Gusti Ayu Wimba ,MM.

Artha Dipa menjelaskan, Disertasi ini diajukan sebagai upaya ilmiahnya untuk mengungkap fenomena perkawinan pada gelahang yang masih kontroversial pada berbagai daerah di Bali, Khususnya di Kabupaten Karangasem.

Pro Kontra yang terjadi pada masyarakat Bali Hindu di Kabupaten Karangasem tidak saja menarik secara ilmiah, tetapi juga bersifat urgen bagi keberlanjutan sistem adat, budaya dan agama Hindu di Bali. 

“Banyak Pro dan Kontra terkait masalah pernikahan Padahelahang ini, terlihat pada hak dan kewajiban adat, kedudukan dan status hukum, kondisi tak terprediksikan, aspek niskala, perubahan sosial dalam sistem adat, wacana hak waris perempuan, refleksi pengetahuan dan pengalaman, serta pada hukum perkawinan Hindu,” ujarnya.

la menambahkan, disertasi lebih dari sekedar penelitian mendalam. Disertasi membutuhkan originalitas ide dan melakukan penelitian sesuatu yang baru, berdasarkan puluhan bahkan ratusan makalah dan jurnal yang telah dibaca dan dipahami. 

Disertasi bukan hanya mendalami penelitian, tetapi lebih dari itu, menciptakan suatu ide yang baru, menciptakan atau mengembangkan teori yang baru dalam rangka melakukan sesuatu yang bermanfaat guna mensejahterakan umat manusia dan ini butuh waktu bertahun-tahun. 

“Atas dasar itulah,  disertasi ini diharapkan tidak hanya memenuhi manfaat teoritis belaka, tetapi juga diharapkan dapat menjadi acuan secara praksis dalam menyikapi persoalan-persoalan sosial keagamaan yang terjadi di masyarakat, terutama yang berkaitan Iangsung maupun tidak dengan fenomena perkawinan pada gelahang,”ujarnya lagi. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SMK Penerbangan Cakra Nusantara Bali Raih Penghargaan MURI

Rab Apr 11 , 2018
8 ViewsDENPASAR-fajarbali.com | Sekolah Penerbangan Cakra Nusantara Bali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori Sekolah Penerbangan pertama yang melaksanakan praktek lapangan dengan TNI-AU sejak siswa-siswinya duduk di kelas 1.