UI Dorong Promosi Wisata Desa Patas dengan Sentuhan Media Digital

             Pemaparan memajukan wisata dengan media digital

SINGARAJA – fajarbali.com |Buleleng memiliki banyak potensi wisata, baik alam, budaya, agro dan kulinernya, salah satunya desa yang berada bagian barat Buleleng adalah Desa Patas. Potensi budaya dan alam Desa Patas, Kecamatan Gerokgak sangat beragam, namun belum cukup diketahui oleh khayalak. Terkait hal itu Perbekel Desa Patas Kadek Sara Adnyana menyambut baik dukungan Universitas Indonesia (UI) mempromosikan pariwisata desa dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Dokter Agi Ginanjar.

Bertempat di kantor Desa Patas, Jumat (2/11) Perbekel Sara Adnyana mengatakan, pihaknya mengapresiasi UI karena telah memilih Desa Patas sebagai lokasi pengabdian masyarakat dalam bentuk mempromosikan potensi wisata budaya dan alam yang sangat unik di Desa Patas melalui media digital.”Kami berterimakasih kepada tim UI atas bantuannya, karena kita ketahui bersama keunikan budaya dan alam Desa Patas akan mampu mendatangkan wisatawan luar dan dalam negeri jika promosi yang dilakukan dapat dilakukan secara massif dan terstruktur dengan sentuhan digitalisasi,”ujarnya.

Perbekel Patas Sara Adnyana membeberkan, keunikan budaya Desa Patas seperti Gebug Ende, Tarian Dewa Ayu dan Tradisi Safaran yang sudah ada sejak dahulu dan geografis desa yang nyegara gunung menyuguhkan wisata alam yang mempesona baik alam pegunungan maupun baharinya.“Pengembangan potensi desa yang kami miliki dapat dilakukan secara bertahap. Dimasing-masing banjar kami telah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mempromosikan budaya di Desa Patas,”tandasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, ketua tim pengabdian UI dr. Agi Ginanjar yang juga selaku Dosen Arkeologi UI menyampaikan melihat potensi wisata yang dimiliki Desa Patas cukup besar, namun belum banyak dikenal publik.”Kita desak dan dorong agar promosi wisata di Desa Patas dioptimalkan dengan media digital. Kita prediksi pada tahun 2045 potensi budaya akan mendominasi perekonomian Indonesia dengan menggunakan digitalisasi sebagai media promosi,”ungkapnya.

Agi menambahkan pilihannya ke Desa Patas melakukan pengabdian, karena kebudayaan seperti tradisi Gebung Ende atau dikenal Seka Ende adalah ritual bermain perang-perangan untuk memohon hujan dengan menggunakan bambu rotan. Selain itu Desa Patas dikenal dengan tradisi Kampung Toge dimana agama Hindu dan Islam telah hidup berdampingan sejak 1980 an.

“Potensi-potensi ini kita kemas dengan menarasikan dan memetakannya dikombinasikan dengan sentuhan media digital seiring dengan trend dan arah pembangunan saat ini. Selain itu pemberdayaan masyarakat disini penting kami dorong untuk memperkenalkan pariwisata desanya sehingga banyak wisatawan yang datang tentunya akan meningkatkan perekonomian desa,”pungkasnya. W – 008

 Save as PDF

Ida bagus Sudarsana

Next Post

Lihadnyana Ajak Kepala BKPSDM Se-Bali Terus Berinovasi Di Era Digitalisasi

Sen Des 5 , 2022
PJ Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana. SINGARAJA-fajarbali.com | Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali, mengajak seluruh Kepala BKPSDM untuk tidak pernah berhenti untuk melakukan perubahan dan inovasi. Hal ini disampaikan saat menjadi Narasumber pada acara Rapar Koordinasi […]
BULELENG, PJ Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana-0de27614

Berita Lainnya