Hujan-hujan Mancing, Bocah SMP Tewas Disambar Petir

Hujan deras yang disertai petir membuat mala petaka bagi Kadek Sudiadnyana (13) warga Banjar Dinas Batuampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Remaja yang masih duduk di bangku SMP ini tersambar petir saat sedang asyik memancing ikan cumi-cumi bersama temannya, Gede Sudi di pinggir pantai Desa Pejarakan.

 

SINGARAJA-fajarbali.com | Korban diperkirakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan tubuh membiru, kulit  mengelupas akibat sambaran petir.

Menurut saksi mata yang ada di lokasi kejadian, korban terlihat sedang asik memancing cumi-cumi tiba-tiba petir menyambar korban dan membuat bocah yang masih ingusan tersebut tersungkur dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

“Saat itu saya melihat korban sedang memancing cumi kemudian petir menyambarnya serta korban tersungkur dan meninggal dunia,” jelas salah satu warga bernama Ketut Bagus.

Menurut informasi yang sempat dikumpulkan di lokasi kejadian peristiwa itu bermula saat korban Kadek berangkat mancing bersama temannya bernama Kadek Suastika alias Koko (16) asal Banjar Dinas Batuampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak sekira jam 15.00 wita sambil membawa ban mobil sebagai alat pelampung. Pada saat itu hujan cukup lebat dan petir menyambar-nyambar, namun korban bersama temannya tetap mancing cumi-cumi hingga sekira jam 15.40 wita.

Kasubag Humas Polres Buleleng AKP I Nyoam Suartika saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa meninggalnya korban akibat tersambar petir.

”Memang kami mendapatkan laporan bahwa ada seseorang yang sedang memancing tersambar petir hingga membuat korban meninggal dunia,”katanya.

Jenazah korban langsung dibawa pulang kerumah duka setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Gerokgak. (gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pondok Wisata di Nusa Penida Sepi

Kam Nov 16 , 2017
Harapan pelaku wisata di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung untuk menikmati keuntungan di akhir tahun pupus. Lantaran, sejak pertengahan Bulan November, tingkat hunian pondok wisata justru menurun.