Positif Covid-19 di Bangli Kembali Bertambah, Kini Jadi 11 Orang

BANGLI – fajarbali.com | Dari hari ke hari, perkembangan Virus Corona di Kabupaten Bangli terus mengalami trend peningkatan. Belakangan diketahui, salah satu warga asal desa Sulahan, Susut, Bangli dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Sehingga saat ini total jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangli bertambah menjadi 11 orang.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangki, dr. I Nengah Nadi, saat dikonfirmasi Kamis (16/4/2020) membenarkan penambahan satu lagi kasus positif corona tersebut. “Iya, ada satu lagi penambahan kasus postif di Bangli. Totalnya sekarang 11 orang,” jelasnya. Hanya saja pihaknya mengaku masih mengecek data secara detail terkait riwayat yang bersangkutan, hingga bisa terpapar virus mematikan tersebut. “Data lengkapnya masih saya cek dulu. Nanti ta kabarin kembali,” ungkapnya, sembari mengaku masih disibukkan dengan berbagai persiapan untuk penanganan covid-19 di Bangli.

Sementara sesuai informasi dari pusat data Satgas Covid-19 Kabupaten Bangli, disebutkan ada satu penambahan kasus positif, sehingga totalnya menjadi 11 orang. Rinciannya, satu orang sudah dinyatakan sembuh dan kini masih menjalani karantina mandiri di rumahnya di Denpasar. Sedangkan sisanya masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Bali. Dimana, satu orang dirawat RS Sanjiwani, Gianyar, tiga orang di Rsup Sanglah, tiga orang di RS. PTN Unud, dan tiga orang di  Bapelkes Provinsi Bali. Kesepuluh pasien yang dirawat ini disebutkan dalam kondisi stabil dan masih menjalani isolasi. Dengan demikian, Kabupaten Bangli masih menempati urutan nomor dua kasus Covid-19 terbesar di Bali setelah Denpasar.

Sementara jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sudah tiba hingga Rabu (15/4/2020) malam, sebanyak 801 orang. OTG ada 121 orang, 33 ODP, dan 17 orang PDP. Dari jumlah PDP ini, 6 orang diantaranya hasil pemeriksaan terakhir dinyatakan negatif, dan sudah diperbolehkan pulang sisanya masih menjalani isolasi. (arw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Dampak Corona, Aksi Jambret dan Begal di Wilayah Kuta Utara Nihil Kejadian

Kam Apr 16 , 2020
KUTA UTARA -fajarbali.com |Sejak meningkatnya wabah virus corona atau covid-19, tindak kejahatan seperti jambret, begal, curanmor hingga kasus curat di wilayah Kuta Utara menurun drastis. Penurunan tingkat kejahatan ini terjadi saat Nyepi, 25 Maret 2020 lalu.