Pandemi Covid-19 Picu terjadinya Pandemic Fatigue

(Last Updated On: )

DENPASAR-fajarbali.com | Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan berdampak pada lesunya perekonomian maupun sektor lainnya, tak ayal membuat banyak orang merasa tertekan dan kelelahan secara psikologis. Kelelahan psikologis ini disebut sebagai kelelahan pandemi atau pandemic fatigue akibat efek pandemi Covid-19.

Menurut Psikiater RSJ Bali dr. I Made Wedastra, M.Biomed, SpKJ, faktor psikologis memainkan peran penting selama pandemi apa pun. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kasus virus corona yang signifikan dari hari ke hari, stres di antara orang-orang meningkat. Selain itu, faktor-faktor seperti kehilangan orang yang mereka cintai, krisis keuangan, pembatasan perjalanan, penutupan tempat kerja dan sekolah, serta isolasi diri telah berkontribusi banyak pada masalah psikologis, sehingga meningkatkan masalah kesehatan mental.

 

“Faktor-faktor seperti usia, kondisi fisik, status mental, dan jenis kelamin memengaruhi pengalaman kelelahan seseorang. Faktor lain karena stres yang berlebihan, olahraga, atau reaksi patologis apa pun. Kondisi seperti gerakan fisik yang dibatasi, lockdown, isolasi diri, dan isolasi sosial juga berdampak negatif terhadap mental seseorang, yang menyebabkan kelelahan di masa pandemi,” jelasnya saat dihubungi, Senin (1/2/21).

 

Ia juga menyoroti bahwa perubahan dalam praktik new normal seperti menghindari tempat berkerumun, menjaga jarak secara fisik, stres karena mencuci tangan sepanjang waktu, dan peningkatan informasi tentang penularan virus melalui media juga meningkatkan pandemic fatigue. “Kelelahan karena pandemi dapat menyebabkan masalah seperti masalah tidur, kabut otak, kurangnya motivasi, menarik diri dari berbagai hal dan peningkatan emosi dengan orang lain,” ujarnya.

 

Disinggung soal cara mengatasi pandemic fatigue atau kelelahan mental akibat pandemi, dr Wedastra menuturkan ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah maupun mengatasi pandemic fatigue, seperti tidur yang cukup. Tidur yang cukup minimal tujuh jam sehari dapat membantu mengurangi kelelahan psikologis.

 

“Kurang tidur dapat memperburuk situasi dan membawa Anda ke masalah mental lain seperti depresi. Selain itu, dapat juga melakukan olahraga secara teratur. olahraga tidak hanya akan meningkatkan sistem kekebalan kita, tetapi juga akan memberi manfaat psikologis. Ini membantu menurunkan stres dengan menenangkan pikiran. Tapi intensitas olahraga juga perlu diperhatikan, jangan sampai berlebihan,” tuturnya.

  Dokter Wedastra menambahkan, bahwa mendengarkan setiap berita tentang Covid-19 dapat memengaruhi psikologis secara negatif dan menyebabkan kelelahan. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk dengarkan berita dari sumber yang akurat dan tetap bersikap positif untuk mengatasi situasi secara efisien. “Selain kita perlu menjaga kesehatan mental, yang penting untuk dilakukan adalah tetap optimis dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari infeksi virus Corona,” pungkasnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tekan Kebocoran Portal Galian C, Pemkab Karangasem Bakal Kerahkan OPD

Sen Feb 1 , 2021
(Last Updated On: )AMLAPURA-fajarbali.com | Menurunnya sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor galian mineral bukan logam (Galian C) dalam beberapa tahun belakangan ini, membuat Pemkab Karangasem memutar otak mencari jalan keluarnya. Terbaru, Pemkab Karangasem bakal mengerahkan OPD untuk ikut melakukan pengawasan di sejumlah portal dengan harapan bisa menekan kebocoran […]

Berita Lainnya