Empat Rektor Tembus Guru Besar di Tahun yang Sama

Jika dillihat sebagai perusahaan, semestinya hubungan antar- PTS merupakan kompetitor atau saingan.

 Save as PDF
(Last Updated On: 22/02/2024)

SAHABAT RASA SAUDARA-(kiri-kanan): Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A., Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., Prof Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.M.A., MA.

DENPASAR- fajarbali.com | Upacara perayaan hari jadi ke-42 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LLDikti Wilayah VIII Bali-NTB, Rabu (21/2/2024), kemarin, menjadi momen spesial bagi para dosen yang mengabdi di ratusan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di dua provinsi tersebut.

Capaian-capaian penting sepanjang tahun 2023 di masing-masing perguruan tinggi pun menjadi bahan obrolan para pendidik tersebut. Dari tema yang ringan hingga berat.

Salah satu yang menarik, yakni empat rektor PTS di Wilayah LLDikti VIII mencapai jabatan fungsional guru besar (profesor) di tahun yang sama, 2023 dan telah dikukuhkan sebagai guru besar tetap di institusinya masing-masing.

Mereka di antaranya, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.,M.M.A., Rektor Universitas Dwijendra, sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Agribisnis., Prof Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., Rektor Universitas Ngurah Rai, sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Adiministrasi Publik.

Kemudian, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) sebagai Guru Besar Bidang Kajian Wacana Sastra, serta Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.M.A., MA. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Bisnis Pariwisata. Rai Utama merupakan Rektor Universitas Dhyana Pura. 

Prof. Tirka Widanti, Ketua Panitia HUT ke-42 LLDikti VIII, menyebut, capaian tersebut memiliki makna tersendiri, bahkan sebuah rekor. “Semua adalah teman baik saya,” ujar Tirka Widanti.

Ia meyakinkan bahwa solidaritas sesama akademisi sekaligus pimpinan perguruan tinggi tetap terjalin dengan baik selamanya. Tidak bisa diganggu oleh hal apapun.

Senada, Prof. Suarta menyampaikan, jika dillihat sebagai perusahaan, semestinya hubungan antar- PTS merupakan kompetitor atau saingan. Tetapi Prof. Suarta tidak melihat aroma persaingan antar-PTS, khususnya di Wilayah VIII.

“Ibarat orang jualan di pasar. Satu jenis dagangan berjejer, sekarang tergantung pembeli memilih yang mana. Kita sebagai pedagang harus bersaing sehat. Tidak saling menjatuhkan,” ungkapnya.

“Apalagi kita di dunia pendidikan tinggi memiliki tugas yang sama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,” imbuh Prof. Suarta.

Kepala LLDikti VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU, ASEAN. Eng., APEC., Eng., menambahkan, akselerasi guru besar memang menjadi salah satu prioritas LLDikti VIII.

Jumlah dosen dengan jabatan fungsional guru besar (professor) di wilayahnya saat ini berjumlah 0,9. Padahal untuk mencapai katagori unggul dibutuhkan setidaknya 2 persen profesor. Sedangkan dosen dengan jabatan lektor kepala sudah di atas 5 persen alias sudah melampaui batas ketentuan.

Untuk itu, pihaknya terus memotivasi dosen-dosen yang sudah memenuhi syarat ke guru besar segera berproses demi menjaga mutu akademik.

“Kami membawahi 104 PTS. Di Bali ada 51 dan NTB 53. Kami terus berupaya agar tercapai target 2 persen guru besar mengingat potensi yang cukup melimpah,” pungkasnya. (gde)

 Save as PDF

Next Post

Tidak Terbukti Korupsi Dana SPI Unud, Hakim Bebaskan Prof Antara

Kam Feb 22 , 2024
Tiga Terdakwa Lainnya Juga Divonis Bebas
antara rektor unud

Berita Lainnya