Ditemukan Limbah Sampah Medis di Lahan Warga, Berbahaya, Pelaku Pembuangan Diburu Aparat

GIANYAR-fajarbali.com | Warga Bitera, Kecamatan Gianyar, mendapati lahan miliknya terdapat sampah medis berbahaya. Atas temuan sampah medis ini, akhirnya sampah tersebut dibawa kembali ke RSUD Sanjiwani Gianyar, untuk dibuang ke tempat semestinya.



Dari informasi yang didapat Minggu (30/5/2021) kemarin menyebutkan sampah tersebut berserakan di lahan warga. Sampah tersebut selain infuse bekas, obat-obatan dan sebagainya. Bahkan dalam keyakinan masyarakat di Bali, sampah medis merupakan sampah ‘cemer’ atau kotor, secara niskala. Sampah tersebut dinilai cemer dan sebagian warga menyayangkan pembuangan sampah tersebut.

Baca Juga :
Aktifitas Lomba Seni Budaya dan Agama Menurun, Pesanan dan Servis Kendang Gamelan Turun Drastis
Bupati Mahayastra Buka Lokasabha V Pratisentana Bandesa Manik Mas, Dipesan Jaga Persaudaraan, Bantu Warga Terbelakang

Tidak ingin ada masalah yang tidak diinginkan,sementara sampah tersebut dipungut dan dititipkan di RSUD Sanjiwani.

“Kemarin (Sabtu) ditemukan, masih penyelidikan. Sampahnya dibawa ke RSUD Sanjiwani. Ditemukan di pinggir jalan di Bitera, di lahan orang, yang punya lahan ini komplain. Jenisnya banyak mulai dari alat medis, obat, infus dan sebagainya,” jelas sumber ini. 

Plt Kadiskes Gianyar yang juga Dirut RSUDSanjiwani Gianyar, Ida Komang Upeksa,Minggu (30/5/2021) kemarin memastikan itu bukan sampah medis dari RSUD Sanjiwani dan RSUD Payangan. “RSUDSanjiwani bekerjasama dengan pihak ketiga untuk penanganan limbah medis.

Disamping itu,limbah medis rumah sakit banyak, tidak mungkin dibuang sembarangan seperti itu,” sesalnya. Disamping itu, secara berkala, limbang medis rumah sakit dibawa keluar dalam keadaan tertutup rapat dan baru dibuka setelah di tempat pembuangan limbah.

Terkait apa tindak lanjut yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan Gianyar terkait temuan tersebut, Ida Upeksa mengatakan, untuk penyelidikan sumber sampah medis tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian. Sementara pihak kedinasan hanya melakukan pembinaan, baik pada klinik swasta, dokter praktik swasta dan sebagainya yang bergerak di bidang kesehatan.

“Kita di dinas akan lakukan pembinaan. Tapi selama ini, kita belum pernah menerima adanya praktik nakal dari penyedia layanan kesehatan, baik klinik swasta, dan sebagainya,” ujarnya.

Ida Komang Upeksa sangat menyayangkan pembuangan limba medis tersebut. Dan dirinya berharap pihak kepolisian bias segera menemukan pelakukan.

“Mudah-mudahan segera ditemukan pelakunya, supaya hal serupa tidak terulang. Sebab selain membahayakan masyarakat, juga tidak baik untuk lingkungan,” harapnya. Dikatakannya lagi, sekecil apapun limbah medis, pastinya pembuangannya khusus. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

IDI Jembrana Diharap Layani Masyarakat dengan Tulus

Ming Mei 30 , 2021
NEGARA – fajarbali.com | Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jembrana masa bakti 2021-2024 dilantik di Gedung Auditorium Jembrana , Sabtu (29/5/2021). 
BPD BALI