Terjadi Pencurian, Disdikpora Minta Pihak Sekolah Perketat Pengawasan Laptop

MANGUPURA-fajarbali.com | Pencurian laptop siswa kembali terjadi di Badung. Sebelumnya, tahun 2019 juga sempat terjadi hal yang sama. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung pun meminta pihak sekolah memperketat pengawasan dan pengelolaan laptop.



Pelaksana Tugas (Plt) Disdikpora Badung, Made Mandi, meminta pihak sekolah menjaga dengan baik laptop yang diberikan pemerintah kepada sekolah. Mengingat pencurian laptop marak terjadi di Badung khususnya Badung utara.

“Jadi pengelolaan laptop harus dilakukan dengan ketat. Jangan sampai sekolah tidak punya data terkait jumlah laptop yang didapat dari pemerintah,” ucapnya.

Sebab, laptop tersebut akan dipakai terus menerus dan turun-temurun oleh siswa. Terlebih, saat ini masih dilaksanakan pemebelajaran secara online atau daring. 

“Itu (laptop,red) digunakan dan bermanfaat saat pembelajaran daring disituasi seperti ini,” tegasnya. 

Baca Juga :
Puluhan Napi Perempuan WBP Lapas Kerobokan Ramai-ramai Minum Nutrisi Bercampur Cairan Desinfektan, Satu Tewas
Terungkap, Puluhan Napi Perempuan Tidak Tahu Minuman Nutrisi Sudah Bercampur Cairan Desinfektan

Sementara, Kabid Gedung dan Sarana Disdikpora Kabupaten Badung, Putu Roby Widya Harsana mengakui, hingga kini sudah ada puluhan laptop siswa yang dilaporkan hilang. “Untuk laptop yang hilang sudah dilaporkan kepada aparat terkait oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Disdikpora Badung, sekitar 71 laptop dilaporkan hilang dari 27. 213 laptop yang diberikan ke sekolah. Semua laptop yang hilang itu pun ada di beberapa sekolah SD dan SMP yang ada di Badung.

“Kalau di rinci  untuk Laptop SD kelas 5 hilang 33 unit dari  21 sekolah. Begitu juga untuk SD kelas 6 hilang 36 unit dari 26 sekolah. Sedangkan untuk SMP hilang 2 unit dari 2 sekolah,” paparnya.

Pihaknya mengakui laptop paling banyak diberikan pada sekolah dasar yakni mencapai 17.936 untuk 249 sekolah yang ada di Badung. Sedangkan untuk SMP diberikan 9.277 laptop untuk 28 sekolah yang ada.

“Paling banyak laporan yang hilang juga di SD. Karena SD banyak dan lokasinya ada di beberapa desa-desa,” ungkapnya.

Disinggung mengenai tindaklanjut terkait kasus kehilangan laptop tersebut, pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan kepala sekolah. Bahkan laptop saat ini beberapa akan ditarik dan diberikan kepada sekolah yang kekurangan laptop.

“Jadi pembagian laptop kan bergantung jumlah siswa. Supaya tidak menumpuk di satu sekolah, kita tarik untuk diberikan pada sekolah yang kekurangan laptop,” bebernya 

Pihaknya mengatakan kehilangan laptop yang terjadi selama ini merupakan musibah. Pihaknya mengaku tidak bisa menyalahkan sekolah maupun siswa. Namun yang jelas kata Roby jika ada kehilangan pihaknya menyerahkan semuanya pada aparat kepolisian.

“Jadi yang saya tahu setiap kehilangan sudah dilaporkan. Polisi juga sudah melakukan penyidikan termasuk kepada guru dan yang lainnya. Kita berikanlah aparat kepolisian yang menangani, begitu juga memberikan arahan kepada kami terkait kekurangan atau kelalaian yang kita lakukan,” tungkasnya. (put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Dukung Ketersediaan Darah PMI di masa Pandemi, Kodim Tabanan Gelar Donor Darah

Sab Jun 12 , 2021
TABANAN-fajarbali.com | Dimasa pandemi Covid-19 ketersediaan darah di PMI Tabanan sangat minim sehingga PMI kesulitan menyediakan darah untuk masyarakat yang membutuhkan, sehingga Kodim 1619/Tabanan membantu mendukung ketersediaan darah di PMI Tabanan dengan menggelar Kegiatan Donor Darah di Makodim 1619/Tabanan Jalan Katamso no 2 Tabanan, pada Rabu (9/6/2021).
BPD BALI