DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Di tengah wabah virus corona yang mengancam dunia, wajar jika masyarakat mulai merasa stres bahkan depresi. Gangguan mental tersebut semakin diperparah apabila seseorang terkena suatu masalah dalam pekerjaannya. Selain itu, tingginya arus informasi yang berubah secara cepat dan membingungkan, bahkan menakutkan dapat memicu munculnya gangguan mental.
Meski sebagian besar masyarakat masih mampu mengelola tingkat kecemasan dengan baik, namun masih banyak yang harus dihadapi, entah itu terkait anggota keluarga yang berisiko, ekonomi yang anjlok, maupun berjuang dengan pekerjaan. Dengan kondisi tersebut, stres mudah menumpuk dan berdampak negatif bagi kesehatan.
Psikolog, Amy Sullivan mengatakan, pentingnya merencanakan kegiatan coping. Coping adalah cara seseorang mengatasi situasi atau masalah yang dialami baik sebagai ancaman atau tantangan yang menyakitkan. "Mari kita menjadi inovatif. Ini adalah masa di mana kita benar-benar bisa kreatif dan menghasilkan keterampilan coping yang positif," ujarnya.
Amy menjelaskan, ada beberapa cara untuk mengurangi rasa cemas atau stres di tengah pandemi Covid-19 ini, diantaranya,
1. Berolahraga teratur
Di saat gym tutup dan social distancing berlaku, masyarakat masih bisa melakukan latihan aerobik, yoga maupun aktivitas fisik lainnya yang dapat dilakukan di dalam rumah. Semua itu membantu melepaskan endorfin yaitu zat alami yang membantu seseorang merasa lebih baik dan memertahankan sikap positif.










