Sivitas Unhi Ngayah Tari Wali di Pura Mandara Giri Semeru Agung Senduro Lumajang

Materi wali yang dipentaskan unhi adalah, rejang dewa, baris gede, topeng, wayang lemah dan rejang renteng

(Last Updated On: )

Foto: NGAYAH-Sivitas Unhi Denpasar “ngayah” tari wali di Pura Mandara Giri Semeru Agung Senduro Lumajang, Jumat (14/7).

 

LUMAJANG – fajarbali.com | Sivitas Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar secara khusus “nangkil” ke Pura Mandara Giri Semeru Agung Senduro Lumajang, Jawa Timur, untuk “ngayah” serangkaian Panyineban Puja Wali di pura tersebut, Jumat (14/7), lalu.

Kehadiran rombongan Unhi yang dipimpin Wakil Rektor III yang juga Ketua Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat Ngayah Srada Bhakti Dr. I Putu Sarjana, M.Si., disambut langsung Prawartaka Karya sekaligus Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace.

Kepala Divisi Pengabdian kepada Masyarakat, Unhi, Komang Agus Tri Adi Kiswara, menjelaskan, Unhi melakukan sarada bakti, berupa pementasan tari wali melibatkan 100 mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Tentu kita bisa pahami bahwa Unhi saat ini konsisten untuk dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan salah satunya adalah dengan melaksanakan pengabdian masyarakat berupa ngayah wali. Tentu kita berharap ke depannya ngayah serada bakti tidak hanya berfokus di Bali tetapi juga dikembangkan di wilayah-wilayah luar Bali seperti di Jawa yang saat ini kita lakukan,” kata Agus.

Foto: Kehadiran rombongan diterima Wagub Bali sekaligus Prawartaka Karya Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Sementara Putu Sarjana menambahkan, Unhi berusaha menjawab tantangan kebutuhan umat Hindu di berbagai pura, tidak hanya di Bali.

“Guna menjawab hal tersebut maka Universitas Hindu Indonesia sebagai kampus yang berkonsentrasi tentang agama dan budaya, menganggap bahwa ini adalah  salah satu tanggung jawab unhi untuk dapat berperan aktif dalam segala bentuk kegiatan keagamaan,” kata Putu Sarjana.

Secara tidak langsung, Unhi  juga berupaya memberikan pelajaran yang berbasis kepada masyarakat pada sivitas akademika, khususnya mahasiswa sehingga selain bekal akademis yang mereka miliki, tetapi juga memiliki pengetahuan yang lebih tentang keberadaan umat Hindu yang berada di luar pulau Bali.

Sehingga ke depan mahasiswa mampu memiliki pengetahuan bagimana untuk dapat membina secara terus-menerus umat-umat Hindu yang berada di luar pulau Bali sehingga eksistensi umat Hindu tetap terjaga.

Demikian juga bagi para dosen yang terlibat di dalam kegiatan ini juga mampu memecahkan permasalahan-permasalahan yang muncul di masyarakat yang berada di luar pulau Bali sehingga umat Hindu bisa menjalankan kegiatan keagamaan secara baik.

“Bgayah srada bakti dalam bentuk pementasan kesenian wali di luar daerah merupakan salah satu bentuk agenda tahunan Unhi yang konsisten.  Hal ini dilatar belakangi oleh keinginan Unhi dalam memperkuat agama Hindu yang berada di daerah-daerah di luar pulau Bali,” ungkap Putu Sarjana sembari menyebut persiapan dilakukan seminggu.

Sebagai bentuk apresiasi, Wagub Cok Ace turut serta terlibat ngayah wali topeng bersama Sivitas Unhi. Kata Panglingsir Puri Ubud itu, memajukan umat Hindu perlu adanya sebuah sinergitas antara pemerintah, lembaga pendidikan dan juga masyarakat sehingga perkembangan agama Hindu dapat terjaga secara optimal.

Adapaun materi wali yang dipentaskan unhi adalah, rejang dewa, baris gede, topeng, wayang lemah dan rejang renteng. (Gde)

Next Post

Padat Karya! Baksos dan Pengabmas FST UNR di Banjar Riang Ancut

Sel Jul 18 , 2023
Memberi kontribusi untuk masyarakat dan mempererat hubungan perguruan tinggi dengan komunitas lokal
fst unr 2

Berita Lainnya