“Jnana Dharmaning Utama”‘, Tema HUT ke-9 FPAS Unhi

DENPASAR-fajarbali.com | Fakultas Pendidikan Agama dan Seni (FPAS), Universitas Hindu Indonesia (Unhi), merayakan puncak hari jadi yang ke sembilan, Kamis (28/2/2019) di Kampus Unhi.

Sebelumnya, telah digelar beragam lomba berbasis kearifan lokal, seperti lomba dharmagita sloka, rindik, lukis, cerdas cermat terkait agama Hindu, dan lomba tari Teruna Jaya memperebutkan piala bergilir Dekan Cup, yang diikuti perwakilan SMA/ SMK se-Bali.

Pada puncak perayaan, para pemenang masing-masing kembali tampil dan menerima hadiah dan penghargaan oleh Dekan FPAS Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, Mpd yang juga disaksikan Rektor, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS.

Ketua panitia kegiatan, I Gusti Made Kusuma Dhana mengatakan, selain menjadi agenda tahunan, lomba digelar untuk memberi ruang kompetisi bagi pelajar SMA/SMK yang sekaligus mengenalkan FPAS. “Kami sengaja menyasar pelajar SMA/SMK, dengan harapan mereka berminat meneruskan pendidikan di UNHI, khususnya FPAS,” ujar Kusuma.

Ia mengatakan, data penerimaan mahasiswa tahun 2018 mencapai 42, dan melalui inovasi dalam kategori lomba bermuara pada peningkatan minat pelajar menekuni potensi kearifan lokal Bali.

Terintegrasi dengan kualitas lulusannya, menurut Prof.Yadnyawati, penerimaan siswa memang diseleksi ketat, sehingga dapat melahirkan lulusan yang berkualitas.

“Hingga kini lulusan FPAS mencapai angka ribuan. Kami prioritaskan memberdayakan lulusan berprestasi, baik untuk pengajar atau pun asisten di kampus,” ungkapnya.

Tentang tema “Jnana Dharmaning Utama”, Prof. Yadnyawati menjelaskan, tema tersebut mengandung makna refleksi bagi dosen maupun mahasiswa, dari sinergi keduanya diharap melahirkan pemikiran dan ide untuk meningkatkan kuakitas dan prestasi fakultas secara khusus dan universitas secara umum.

“Arti kata, pengetahuan yang utama. Namun esensinya mengajak untuk terus menimba ilmu, baik dosen maupun mahasiawa guna meningkatkan prestasi di bidang tri darma perguruan tinggi,” paparnya.

Dalam hal ini, lanjut Prof. Yadnyawati, melalui empat prodi tersebut FPAS berusaha komit dalam melestarikan kearifan budaya Bali, yang menjadi daya tarik Bali di mata dunia dan menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Bali.

Harapan yang tak jauh beda juga diungkap Rektor. Menurut Damriyasa, FPAS mempunyai cukup prestasi, meski demikian pencapaian tersebut tidak membatasi untuk tetap meningkatkan kualitas.

Lebih dari itu, Damriyasa memandang, FPAS memiliki kelebihan yakni mencetak tenaga pendidik yang dapat mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kegiatan belajar mengajar.

“Usia sembilan tahun diharapkan FPAS lebih baik lagi dari sebelumnya, lebih berprestasi lagi. FPAS memiliki keunggulan, karena mencetak tenaga pendidik yang berbasis Hindu,” tutup dia. (gde)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gubernur Koster Akan Terus Perkuat Budaya Bali

Kam Feb 28 , 2019
DENPASAR-fajarbali.com | Penguatan budaya Bali menjadi prioritas utama pemerintah Provinsi Bali dibawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam membangun Pulau Dewata menjadi lebih baik ke depannya melalui program Nangun Sat Kerthi Loka Bali.