Pos Pengaduan Kekerasan di Sekolah Perempuan Srikandi Diintensifkan

593107F4-E5F2-4800-9BD8-E74CAAB6AECD

DISKUSI penguatan pos pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sekolah Perempuan Srikandi.

 

DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Seminggu setelah menerima SK penetapan (legalitas) dari Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, Sekolah Perempuan Srikandi langsung bergerak. Salah satunya pemperkuat fungsi pos pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Jumat (5/5/2023), penguatan pos pengaduan diawali dengan diskusi dialogis antara anggota Sekolah Perempuan Srikandi dengan nara sumber Konselor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Denpasar Sundari Megarini.

Bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak mulai terbayang di benak ibu-ibu anggota sekolah perempuan.

Hal ini tercermin dari pernyataan dan pertanyaan anggota Sekolah Perempuan Srikandi. Salah satunya, Fat. Ibu rumah tangga ini menceritakan pengalamannya diancam oleh seorang bapak setelah ia nasihati.

Ihwalnya, Fat merasa tak tega melihat anak-anak dari bapak tersebut berjalan kaki sangat jauh ke sekolah. Pakaian lusuh, makan seadanya dan seolah tidak terurus.

“Saya pikir bapak itu membiarkan anak-anaknya dalam kondisi begitu. Saya nasihati dengan sopan, malah dia marah dan mengancam. Lalu, apakah anak-anak ini bisa ditolong?” tanya Fat.

Ditambahkan Fat, bapak tersebut terlihat stres setelah kepergian istrinya. Sehingga anak-anaknya sering mendapatkan perlakuan kasar.

Nara sumber dan pembina Sekolah Perempuan Srikandi, yakni Bali Sruti dan KAPAL Perempuan pun, menampung aspirasi itu untuk dicarikan solusi.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top