Sidak Penambangan Pasir dan Batu di Pantai Bugbug, Amankan Sopir dan Truk

AMLAPURA-fajarbali.com | Tampaknya aktivitas ilegal penambangan pasir dan batu di Pantai Bugbug, Kecamatan Karangasem, tidak pernah usai. Meski sudah beberapa kali diamankan, kenyataanya masih saja ada warga yang membandel melakukan aktivitas menambang pasir dan batu.


Seperti pada Selasa (8/6/2021) kemarin, Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karangasem kembali melakukan sidak terhadap aktivitas penambangan pasir dan batu. Bahkan, petugas juga berhasil mengamankan satu unit truk berserta sopirnya yang diperuntukan untuk mengangkut pasir. 

Puluhan petugas dari Satpol PP Karangasem ini, melakukan inspeksi mendadak di dua lokasi penambangan. Petugas mendatangi sisi barat pantai dan sisi timur tepatnya sebelah selatan lapangan desa Bugbug. Di lokasi pertama, petugas hanya menemukan puluhan tumpukan karung berisi pasir dan batu yang diambil ditempat tersebut.  Karena tidak menemukan pemiliknya, petugas merobek karung-karung itu dan mengembalikanya ke pesisi pantai. 

Baca Juga :
Sempat Dilaporkan Hilang, Perempuan Cantik Diduga Tewas Bunuh Diri di Pantai Tebing Sunset Point
Dampak Pandemi, UMKM Masih Butuh Difasilitasi

Selain pada sisi barat pantai, petugas juga menyisir sisi timur. Dilokasi ini, petugas berhasil menemukan satu truk yang sudah berisi pasir siap agkut. Selain truk berikut sopirnya, petugas juga menemukan pekerja angkut pasir dan batu.

Atas temuan itu, satpol PP Karangasem langsung menggiring sopir berikut truk ke kantor Satpol PP Karangasem untuk dimintai keterangan. Selain mengamankan sopir dan truk, petugas juga mengamankan barang bukti lainya yakni sekop yang dipakai menaikan pasir. 

Terkait temuan dilokasi sidak, Kabid Trantib Satpol PP Karangasem, I Made Begananda, menyampaikan,aktivitas penambangan ilegal itu memang menjadi perhatian petugas. Bahkan, pihaknya beberapa kali melakukan sidak kelokasi tersebut hanya saja tidak pernah menemukan adanya warga yang beraktivitas. Baru kali ini,ucapnya, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sopir dan truknya.

“Kalau selama ini paling sering kita temukan hanya pasir dan batu yang ditumpuk, beserta karungnya,” ungkapnya. 

Begananda juga menyampaikan, dari keterangan sopir, dirinya mengaku tidak mengetahui siapa pemilik pasir dan batu yang ditemukan itu. Inilah yang akan terus dikejarnya sehingga petugas menemukan pemilik pasir dan batu yang dibeli sopir.  Bahkan, warga disanapun tidak ada yang mau menyebut siapa pemilik pasir dan batu yang dibeli sopir.

“Cukup  kesulitan untuk mengetahui siapa yang memiliki pasir maupun batu yang ada di lokasi. Karena baik sopir maupun warga tidak mau menjelaskan siapa nama yang penjual pasirnya,begitu juga warga hanya mengaku sebagai buruh angkut saja,” ucapnya lagi.

Sementara itu, sopir truk I Wayan Suartana, mangaku membeli pasir seharga Rp 400 ribu per truknya. Ia juga mengaku jika mencari sendiri pasir kemudian dijualnya. Sopir juga menyebut,  tidak mengetahui siapa pemilik pasirnya itu karena memang jarang-jarang mengambil pasir di lokasi tersebut.

“Tidak tahu siapa pemiliknya, karena memang jarang mengambil pasir di sini,” ucapnya. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Hasilkan 130Kg Sampah Organik Per Hari, RSUP Sanglah Produksi Eco Enzim

Rab Jun 9 , 2021
Denpasar-fajarbali.com | Untuk mengurangi sampah organik yang ada di instalasi Gizi, K3RS dan Kesehatan Lingkungan, pihak RSUP Sanglah Denpasar mengolah limbah-limbah organik tersebut menjadi eco enzim.
BPD BALI