Kelanjutan PPKM Darurat Belum Jelas, Disdikpora Bangli Belum Rekomendasikan PTM

Bangli- fajarbali.com | Sesuai ketentuan yang berlaku, sejatinya pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diperpanjang hingga Minggu (25/07/2021) telah berakhir. Hanya saja, sejauh ini Pemerintah Daerah belum berani mengambil kebijakan untuk membuka sepenuhnya sektor-sektor atau kegiatan masyarakat yang selama ini dibatasi. Pasalnya, kepastian kelanjutan dari pelaksanaan PPKM Darurat tersebut hingga kini belum jelas. Karena itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli juga belum berani mengambil sikap.  Apakah akan mengijinkan satuan pendidikan yang dipimpinnya melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) atau tidak.


Hal ini diakui Plt. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli, Dewa Agung Putu Purnama saat ditemui Minggu (25/7). “Saat ini, kita tetap menunggu edaran resmi dari Pusat. Sebab, seperti pengalaman sebelumnya saat hari terakhir PPKM Darurat 20 Juli lalu,  nyatanya diperpanjang sampai kini. Untuk itu, sekarang kita juga masih akan melanjutkan pemberlakuan yang sekarang sambil menunggu informasi resmi dari pusat. Mengingat dalam PPKM Darurat tidak ada pilihan untuk pelaksanaan tatap muka. Harus melalui daring,” jelasnya.

Baca Juga :
Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Nyekah Br. Adat Karang Dalem II Imbau Masyarakat Tetap Melaksanakan Prokes
DPMP2TSP Tabanan Sumbang PAD Rp 2,7 Miliar Ditengah Pandemi

Lebih lanjut disinggung soal kesiapan sekolah melakukan tatap muka, kata Dewa Purnama, sejatinya hampir seluruh sekolah di Bangli, mulai dari TK, SD dan SMP telah siap dari sisi sarana dan prasarana Prokes yang disediakan.

“Kemarin kita juga telah melakukan pemantauan soal kesiapan sekolah. Secara umum, rata-rata seluruh sekolah di Bangli telah siap,” jelasnya.

Hanya saja, diakui pejabat asal Puri Kayubihi ini, masih ada satu sekolah yang belum dinyatakan siap sepenuhnya. Yakni, SMP Satap Kintamani, di desa Pinggan. “Saat kita cek kemarin, di SMP Satap Kintamani masih perlu dibenahi soal ketersedian air dan kebersihannya. Sedangkan sekolah lain sudah siap,” bebernya.

Oleh sebab itu, dalam situasi seperti ini,  Mantan Camat Tembuku ini juga tidak mengharuskan pihak sekolah melakukan proses belajar mengajar dengan tatap muka. Sebab, biasanya pemerintah Pusat nantinya yang akan memberikan pilihan metode yang dipergunakan melakukan tatap muka, daring atau jarak jauh.

“Intinya kita melihat informasi dari pusat dulu. Namun biasanya, dalam situasi seperti ini, Pusat akan memberikan pilihan bagi satuan pendidikan. Dalam hal ini, sekolah yang menentukan untuk kemudian diajukan ke pengawas dan dinas,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya juga terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi untuk para siswa SMP yang berusia 12 tahun keatas. Mengingat, untuk dapat melaksanakan PTM, baik guru dan siswa (SMP) sudah tervaksin. Hasilnya, sejauh ini pihaknya telah berhasil menyasar sekitar 90 persen. Sebab, dari total siswa SMP yang ada di Bangli sebanyak 10.561 orang, yang sudah divaksin mencapai 9.185 orang.

Sedangkan yang belum divaksin sebanyak 939 orang dan yang ditunda vaksinasinya sebanyak 224 orang. “Masih ada 5 sekolah yang akan menjadi sasaran vaksinasi,” tegasnya. Namun dipastikan bulan Agustus nanti, vaksinasi yang menyasar para pelajar di Kabupaten  Banglu sudah tuntas 100 persen. (ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

OTG Membandel dan Berkeliaran Bakal Dijemput Paksa

Kam Jul 29 , 2021
Bangli- fajarbali.com | Pemkab Bangli akhirnya secara resmi kini telah menyiapkan dua tempat untuk melakukan isolasi terpusat (Isoter) bagi warga yang terkonfirmasi paparan virus corona (Covid-19). Dua tempat Isoter itu, yakni gedung Diklat RSJP Bali yang berkedudukan di kabupaten Bangli dengan kapasitas 200 orang dan SKB Kayuambua dengan kapasitas 50 […]