Harapkan Bantuan Beras Rutin dan Tambahan Tenaga Guru

BANGLI – fajarbali.com | Meski telah hampir sepuluh tahun telah beroperasi, nyatanya kondisi Sekolah Pasraman Gurukula yang berada di Kelurahan Kubu, Bangli masih cukup memprihatinkan. Pasalnya, untuk operasionalnya selama ini hanya mengandalkan bantuan dari para donatur yang sifatnya tidak tetap atau insidentil. Lebih memperihatinkan lagi, untuk kebutuhan makan bagi 130 anak SMP dan SMA yang ada ditempat tersebut masih minus 1,2 ton beras per bulan. Selain itu, tenaga guru juga sangat minim.

 

Atas persoalan tersebut, pihak sekolah berharap Gubernur Bali I Wayan Koster agar turut bisa memberikan perhatian untuk pengembangan sekolah setempat. “Kebutuhan beras setiap bulannya sebanyak 1,5 ton untuk makanan 130 orang anak-anak kami dari SMP dan SMA. Dari dua tahun terakhir, memang sudah ada bantuan tetap dari donatur sebanyak 300 kg per bulan. Jadi masih minus 1,2 ton untuk makanan anak-anak per bulan,” ungkap Kepala Sekolah Pasraman Gurukula, I Wayan Arsada saat dihubungi Rabu (04/03/2020). Beruntung kekurangan itu, masih bisa ditanggulangi dari bantuan insidentil yang datang dari para donator lainnya. Dimana, hitungan per hari kebutuhan beras di Pasrama Gurukula sebanyak 50 kg beras.

Sementara peran pemerintah, lanjut Arsada, bantuan yang diberikan selama ini juga sifatnya insidentil, berupa bantuan fisik atau bangunan bagi pasraman. Sedangkan untuk sekolahnya, memang sudah ada dana bos. Namun karena siswanya sedikit, sehingga jumlahnya sedikit juga. “Operasional sekolah, ada dari dana bos saja. Sementara untuk tenaga guru kami sangat minim sekali” keluh Mantan Pria yang pernah nyalon jadi Bupati Bangli tahun 2010 dari jalur independen ini.

Karena itu, pihaknya sangat berharap peran pemerintah baik Kabupaten maupun Propinsi Bali untuk bisa membantu operasional sekolah tersebut secara berkelanjutan. “Kita berharap banyak dengan bapak Gubernur untuk bisa dibantu sekolah di Pasraman Gurukula, untuk bisa berkelanjutan. Sebab, masyarakat juga masih membutuhkan,” jelas Arsada. Untuk diketahui, beber dia, selama ini di Sekolah Pasraman Gurukula tidak hanya menampung anak-anak dari Bali saja. Bahkan juga menampung anak-anak hingga luar Bali yang beragama Hindu. “Selain itu, kita juga menampung anak-anak yang tidak mampu, anak-anak terlantar, yatim piatu, anak-anak dari daerah sulit dan anak-anak nakal yang dipindahkan dari sekolah lain juga banyak kita terima,” sebutnya.

Tidak hanya itu, anak-anak yang berhadapan dengan hukum juga ditampung disekolah tersebut. Karena itu, Pasraman Gurukula juga sudah sempat diundang Kementrian Hukum dan HAM sebagai mitra Bapas Karangasem yang menangani persoalan anak yang berhadapan dengan hukum. “Jadi harapan kita kepada Pemerintah Propinsi khususnya kepada Bapak Gubernur, kami akan berudensi menyampaikan perjalanan pasraman dan sekolah Gurukula. Kita akan sampaikan profilnya,” ungkapnya.

Dimana bantuan prioritas bantuan yang  paling diharapkan, selain rehab dan finishing Gedung, juga operasional soal makanan anak-anak. “Yang lebih penting lagi, kita butuh guru. Sebab, selama ini tenaga guru kita hampir tidak ada. Yang dipergunakan selama ini adalah  Guru Pengabdi yang tidak mampu kita bayar nafkahnya,” akunya.

Selain itu, pihaknya juga terpaksa menggunakan tenaga guru dari mahasiswa yang turut membantu. Karena minimnya tenaga guru yang dimiliki, selama ini kata Arsada, seoarang Guru Agama terpaksa harus mengajarkan matapelajaran lain yang tidak sesuai dengan basicnya.  “Saya yakin dengan komitmen bapak Gubernur Wayan Koster. Sehingga bagi saya ada harapan sekolah ini bisa dibantu dan juga akan berkembang,” jelasnya. Dalam hal ini, pihaknya kembali berharap bantuan operasional bisa rutin diberikan Pemprov Bali termasuk penambahan tenaga guru. “Walaupun bukan Guru PNS, mungkin bisa guru kontrak daerah Pemprov Bali yang memang memungkinkan sehingga guru menjadi cukup sesuai jumlah mata pelajaran,” pungkasnya. (arw)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Serifikat Elektronik Wujudkan E-government Menuju Bali 'Smart Island'

Jum Mar 6 , 2020
DENPASAR-  – fajarbali.com | Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana dan Kepala Balai Sertifikasi dan Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara Rinaldy didampingi Kepala  Biro Hukum dan Humas Badan Siber dan Sandi Negara Giyanto Awan Sularso melakukan […]

Berita Lainnya