Geger, Mayat Bayi Dibuang di Got

SINGARAJA – fajarbali.com  I   Warga Banjar  Dinas Mertasari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada digegerkan dengan penemuan mayat bayi yang dibuang di got jalan baru Sort Cut Singaraja-Mengwitani. Bayi yang ditemukan terbungkus oleh tas kain warna biru yang ditemukan di got dengan lebar satu meter dan dengan kedalaman 1,5 meter itu ditemukan pertama kali oleh PPK TK 1 Bali Ketut Rawa saat melakukan pengecekan pembersihan jalan, Kamis (9/12) sekitar pukul 09.00 wita.

Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan dilokasi kejadian dimana saksi kala itu sedang melakukan pemeriksaan terhadap pembersihan jalan kemudian dilokasi kejadian saksi melihat ada bungkusan tas kain ditengah got. Saat melihat bungkusan saksi merasakan curiga terhadap bungkusan tersebut dan akhirnya mendekati serta membuka bungkusan tersebut. Bagaikan kesambar petir saksi lantaran saat membuka bungkusan didalamnya berisi bayi yang sudah meninggal dunia.

“Saat saya melihat kebersihan jalan saya melihat ada bungkusan dan sangat mencurigakan. Karena saya curiga akhirnya saya berhenti dan turun ke dalam got untuk mengetahui bungkusan tersebut. Memang benar bungkusan itu adalah bayi yang sudah mati dan saya memberikan informasi kepada teman yang lain serta melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sukasada,”terangnya. Bayi malang itu, lanjut Rawa didalam tas kain dibungkus dengan kain handuk warna merah dan kain warna kuning.”Didalam tas setelah kami buka bayi itu dibungkus dengan handuk dan kain warna kuning. Bayinya kami tahu sudah meninggal karena sudah sedikit bau,”tambahnya.

Dilain sisi menurut Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan saat dikonfirmasi pihaknya membenarkan atas penemuan bayi yang dibuang didalam got di jalan baru Singaraja-mengwitani. Kini mayat bayi malang malang itu telah di titip di ruang jenazah RSUD Singaraja untuk keperluan penyelidikan dan penyelidikan.”Memang kami tadi pagi mendapatkan informasi ditemukan bayi yang sudah meninggal dibuang di tengah got atau saluran air di jalan. Atas laporan itu anggota kami langsung turun ke lokasi dengan mengajak salah satu bidan di puskesmas Sukasada,”tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan bayi lanjut Dwi bayi itu sudah meninggal dunia dan diperkirakan bayi itu baru berumur tiga hari sejak dilahirkan.”Hasil pemeriksaan awal dari medis (Bidan Putu Susan Dewi) diperkirakan Umur bayi tiga hari, Berat badan tiga kilogeram, Panjang bayi 49 cm, Jenis kelamin perempuan, Lahir Normal, Sebagian kulit kepala sebelah kanan hilang, Tali pusar masih lengket, Mata tertutup dengan perban,”tuturnya. Bahkan dengan penemuan itu pihaknya mengakui telah meminta keterangan terhadap tiga orang saksi termasuk saksi yang melihat awal, pengelola jalan serta bidan yang melakukan pemeriksaan mayat bayi.”Langkah yang kita lakukan sudah memeriksa tiga orang saksi serta anggota babin kami juga sudah kami perintahkan untuk mendata masyarakat yang hamil disekitar lokasi. Kami sangat kekurangan saksi karena lokasi ditemukan bayi itu merupakan jalur padat,”keluhnya. W – 008

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pemkab Buleleng Beri Bantuan Rumah Layak Huni

Kam Des 9 , 2021
SINGARAJA – fajarbali.com  I Bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Buleleng diberikan dalam wujud bantuan stimulan rumah swadaya kepada masyarakat yang tidak mampu. Penyerahan rumah bantuan langsung diserahkan kepada pemilik rumah, Kamis, (9/12) melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kabupaten Buleleng secara simbolis bantuan peningkatan rumah tidak layak huni di […]