DPRD Bali Sebut Kenaikan BBM Memang Memberatkan

“Sangat berat bagi masyarakat, kita juga bagian dari masyarakat merasa berat dalam hal ini,” katanya, Kamis (08/09).

 

DENPASAR-fajarbali.com

Menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar pada Rabu (07/09) kemarin, DPRD Bali langsung angkat bicara. Meski demikian, para anggota dewan tidak mengetahui secara pasti terkait demo tersebut lantaran masih sedang tugas ke luar daerah.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati mengatakan, kenaikan harga BBM tersebut dirasa memang berat. Sebab, Pandemi baru saja usai yang membuat perekonomian masyarakat terpuruk.  “Sangat berat bagi masyarakat, kita juga bagian dari masyarakat merasa berat dalam hal ini,” katanya, Kamis (08/09).

Menurutnya, saat ini perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih. Ditambah lagi dengan kenaikan BBM tentunya akan berimbas pada kebutuhan pokok lainnya. “Selain bahan pokok, semuanya  yang berhubungan dengan penggunaan BBM pasti akan naik,” tandasnya. 

Pria yang akrab disapa Tjok Asmara ini menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan se-efisien mungkin dalam mengelola kebutuhan sehari-hari. “Dihantam Covid-19, sekarang baru mulai bangkit dan berangsur normal belum pulih 100 persen,  sudah dihantam dengan kenaikan BBM dan harga bahan pokok,” himbaunya.

Dirinya juga mendukung langkah pemerintah yang memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) akibat kenaikan BBM. Meski demikian, harus tepat sasaran kepada yang benar-benar membutuhkan. “Bantuan sosial semestinya lebih banyak diberikan kepada masyarakat. Seperti pada zaman Pak SBY dulu, bukan memanjakan masyarakat. Tetapi memang sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok,” akunya.

Terakhir, politisi Partai Demokrat asal Ubud Gianyar ini menambahkan, BLT merupakan salah satu jurus jitu dalam kondisi saat ini. Tetapi harus didukung dengan data valid terkait penerima, utamanya masyarakat miskin. “Harus merata, tidak berdasarkan data dari BPS, kalau bisa langsung itu melalui data yang ada di aparat desa. Misalnya kelian yang ada di wilayah masing-masing mendata dan dilaporkan ke Dinsos untuk bisa dibantu,” pungkasnya. (sis)

Next Post

Debit Air Mengecil Lestariana, Dua Mata Air Bakal Tidak Dioprasikan

Jum Sep 9 , 2022
Dua desa Bestala dan Kekeran sering krodit akan air bersih,bulan ini akan mulai menggunakan spam Burana sehingga semua akan menjadi lancar dan semua terpenuhi akan air bersih.
BULELENG, Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng I Made Lestariana-9b7b3116