Ditengah Covid-19 Dinas Koperasi Lakukan Terobasan Gandeng UKM Dan BUMDA

TABANAN – fajarbali.com |  Ditengah wabah Pandemic Covid-19 yang dampaknya mematikan perekonomian di Bali khususnya Tabanan,  Sehingga  Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan I Made Yasa terkait pemberdayaan UKM, pihaknya membuat terobosan menggandengkan UKM di Tabanan dengan BUMDA agar sejumlah produk yang bisa dialihkan, seperti barang maupun makan dibantu pemasaran dengan sistim salah satunya melalui online. 

 

 

Bercermin dari itu katanya, di satu sisi UKM ini terbantu permodalan dengan adanya relaksasi kredit KUR, disisi lain pelaku usaha kecil ini juga terbantu dalam pemasaran produk sehingga bisa eksis bertahan. Akuinya, selama ini untuk keberlangsungan usaha, kelompok tani yang ia pimpin memang sejumlah petani bergantung pada kredit program dari pemerintah, mengingat suku bunga yang dibandrol lebih rendah dari kredit umum. Yakni, mulai dari kredit murah dalam bentuk KKPE yang saat ini digantikan dengan KUR.

 

 Ia melanjutkan, kebijakan pemerintah pusat dengan pemberian relaksasi program kredit usaha rakyat (KUR), menjadi vitamin alias angin segar bagi pelaku usaha di tengah dampak pandemi corona (covid-19). Di Tabanan ada sekitar 43.000 UKM yang diantaranya menggunakan permodalan perbankan dengan bersuku bunga rendah dan terdampak dengan adanya pandemi corona sata ini.

 

“Saat ini pemerintah telah memberikan kebijakan keringan atau dalam bentuk relaksasi KUR dengan penundaan pembayaran kredit KUR untuk bunga dan pokok selama enam bulan guna menekan dampak corona. Kebijakan itu sangat membantu pelaku usaha kecil di tengah menurunnya daya beli konsumen sekarang ini,” tuturnya, Rabu (22/4/.2020).

 

Ditegaskannya, stimulus KUR tersebut akan membuat daya saing pelaku UKM di Tabanan akan tetap terjaga di tengah pandemi corona. Sebab, di tengah penjulan produk yang menurun, namun mereka (pelaku usaha UKM) bisa menggunakan pendapatan sepenuhnya untuk modal usaha berikutnya.

 

Sementara itu, pebisnis manggis sekaligus debitur salah satu bank milik pemerintah, I Wayan Artika mengungkapkan, menyambut baik kebijakan relaksasi KUR pascaterdampak pandemi corona. Sebab itu, akan sangat membantu bagi perputaran usaha debitur atau pelaku usaha kecil, termasuk petani yang juga menjadi salah satu disasar oleh kredit program pemerintah ini. 

 

“Meski begitu untuk relaksasi KUR saat ini, kami dikelompok tani masih bisa melakukan pembayaran kewajiban seperti sebelumnya. Selain itu, karena juga ditopang dengan koperasi, sehingga debitur KUR masih bisa melunasi kewajibannya seperti biasa,” tandasnya. (kdp)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemerintah Kabupaten Tabanan Mendapat Tambahan Bantuan APD

Rab Apr 22 , 2020
 TABANAN – fajarbali.com | Dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), DPRD Propinsi Bali memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan, dengan menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang dalam hal ini diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Selasa (21/4/2020).    Save as PDF

Berita Lainnya