BNNK Badung Waspada, Peredaran Narkoba Tidak Lagi Lewat WhatsApp Tapi Instagram

Kejar Pengendali Hingga ke Malang

(Last Updated On: )

Kepala BNNK Badung AKBP Anak Agung Gde Mudita SH. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Para sindikat narkoba tidak pernah berhenti mencari terobosan baru untuk menjual narkoba kepada pelangganya. Mereka acap menggunakan kecanggihan teknologi untuk memasarkan barang haram tersebut, seperti pengunaan akun media sosial (medsos). 
 
Jika sebelumnya para pengedar jual beli narkoba melalui WhatsApp, kini mereka terang-terangan menggunakan aplikasi Instagram. Aplikasi ini dianggap banyak peminatnya. 
 
“Ya, kini para sindikat narkoba menggunakan aplikasi Instagram,” beber Kepala BNNK Badung AKBP Anak Agung Gde Mudita SH saat rilis pengungkapan akhir tahun, pada Rabu 27 Desember 2023. 
 
Diakuinya, modus operandi para pelaku sindikat narkoba sangat cepat berkembang, seiring kemajuan teknologi. Pemanfaatan teknologi tersebut dilakukan untuk menghindari pantauan atau pengawasan dari aparat kepolisian hingga petugas BNN. 
 
“Modus mereka sangat cepat berkembang. Sehingga Polisi dan BNN juga berlomba-lomba melakukan pencegahan dan antisipasi,” terang AKBP Mudita. 
 
Salah satu akun instagram yang diungkap dan sudah dihapus oleh BNNK Badung adalah @lion_dewata. Akun ini menawarkan sejumlah narkoba dari mulai ganja kering, sabu, ekstasi hingga tembakau gorilla. 
 
Tercatat, akun ini memiliki pengikut 1.025 orang. Akun ini tidak sembarang mengikuti atau follower seseorang, harus selektif. Sebelum diterima untuk menjadi follower terlebih dahulu mereka melacak apakah orang tersebut benar-benar pemakai narkoba atau tidak. 
 
Misalnya kalau pernah foto dengan polisi atau memakai baju aparat otomatis permintaanya ditolak. Pun bila ada penawaran, akun ini bisa dihubungi melalui DM (Direct Massage, red). 
 
“Disanalah (DM) mereka transaksi. Kami sempat mengejar pengendalinya sampai ke Malang, Jawa Timur. Dari pengungkapan kasus terakhir inilah dapat ungkap dari Instagram dan menangkap pelakunya di wilayah Badung,” terangnya. 
 
Modus yang digunakan para sindikat melalui Instagram sangat unik. Yakni menempel narkoba di beberapa titik tertentu, lalu di poto dan dikirim kepada pengendalinya. 
 
“Sehingga pengendali yang menjadi admin memosting di IG untuk menawarkan kepada follower yang ada. Kami masih mendalami kasus ini,” tegasnya. R-005 

Next Post

Kinerja BNNK Selama Setahun, Ungkap 6 Kasus Narkoba, 15 Orang Jalani Rehabilitasi

Rab Des 27 , 2023
Atensi Malam Pergantian Tahun
IMG_20231227_162549

Berita Lainnya