Bandara dan Pelabuhan Ditutup, KM Carnival Splendor Terdampar di Perairan Karangasem

DENPASAR -fajarbali.com 
Buntut penutupan Bandara dan Pelabuhan hari ini Jumat (24/4/2020), sebanyak 327 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang datang dari Australia dengan menumpang kapal motor (KM) Carnival Splendor tidak bisa masuk ke Pelabuhan Benoa, Bali. Ratusan penumpang kapal yang diantaranya 188 warga Bali itu kini terdampar di perairan Karangasem Bali. 

Sejak 2 hari lalu paska rencana penutupan Bandara dan Pelabuhan atas instruksi Presiden Jokowi, sejumlah kapal-kapal besar yang datang dari Luar Negeri menuju Indonesia dibuat ketar ketir. Mereka tidak bisa masuk, bahkan ditolak di sejumlah wilayah di Indonesia.

Salah satu kapal motor tersebut yakni KM Carnival Splendor berbendera Panama. Kapal berpenumpang 327 pekerja migran itu datang dari Australia dengan tujuan Indonesia. Kapal yang dinakhodai Binaci asal Italia tersebut awalnya bertolak ke Batam, tapi di tolak oleh pihak otoritas pelabuhan setempat.

Akhirnya, pada Minggu (19/4/2020), kapal tersebut diijinkan masuk ke Bali. Mirisnya, saat tiba di perairan Lombok Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (23/4/2020) sekitar pukul 11.00 Wita, kapal ditolak masuk ke Bali dengan alasan yang tidak jelas.

Menurut salah seorang crew KM Carnival Splendor, I Nengah Satwika, saat ini mereka masih binggung tidak bisa masuk ke Bali. Padahal, mereka sudah berkoordinasi dengan instansi terkait namun tidak direspon hingga detik ini.

“Jadi saat ini posisi kapal kami ada di perairan Karangasem. Kami terombang ambing disini sudah seminggu. Kami sudah minta tolong ke instansi terkait tapi tidak ada respon,” ujarnya saat dihubungi via telpon, Jumat (24/4/2020).

Satwika menjelaskan, kapal yang ditumpanginya ini mengangkut 327 pekerja Migran dari Australia. Selebihnya 188 adalah warga Bali. Ratusan warga Bali ini pulang ingin melihat kampung halamanya karena dampak virus covid-19.

“Di kapal juga ada beberapa pilot dan crew pesawat salah satu penerbangan. Mereka gak bisa pulang lewat udara karena bandara ditutup. Jadi mereka ini dari Australia naik kapal Splendor menuju Bali,” ungkapnya.

Menurut Satwika, bila mereka diperbolehkan masuk ke Bali, mereka sudah sepakat akan patuh untuk menjalani karantina di Bali. “Kami disini semua sehat-sehat tidak ada yang sakit. Tapi apabila dikarantina, kami yang 327 orang di kapal siap mematuhi aturan pemerintah. Kami hanya mohon kapal bisa masuk ke Bali, kami rindu kampung halaman,” pintanya. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Korsleting Listrik, Dua Toko dan Rumah Serta Mobil Diamuk Api

Jum Apr 24 , 2020
DENPASAR -fajarbali.com |Si jago merah mengamuk meludeskan dua  toko dan rumah di Jalan Kembang Matahari nomor 11 Kelurahan Sumerta Denpasar Timur, Kamis (23/4/2020) malam. 
BPD BALI