Work From Bali Diharapkan Bisa Terwujud

Denpasar-fajarbali.com | Pelaku usaha industri pariwisata di Bali menyambut baik rencana pemerintah yang menggagas Work From Bali (WFB) dalam upaya meningkatkan tingkat hunian hotel di Pulau Dewata yang selama ini merosot tajam akibat pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, pelaku usaha juga berharap bandara bisa dibuka untuk wisatawan mancanegara.


Praktisi pariwisata Pande Agus Permana Widura mengungkapkan, apabila bandara tidak dibuka untuk internasional dan WFB tidak terwujud maka Bali akan berpotensi mengalami kebangkrutan. Ia menilai Bali berpotensi bangkrut karena tidak ada lagi pendapatan yang bisa diandalkan daerah ini. Sebab, sebagian besar masyarakat Bali sangat tergantung oleh sektor pariwisata yang hampir 78 persen.

“Semenjak pandemi Covid-19 yang sudah hampir satu setengah tahun melanda, masyarakat maupun pengusaha Bali hampir minim pemasukan, terutama yang bergerak di bidang pariwisata,” tuturnya, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga :
Jalan Jebol di Banjar Pinda – Blahbatuh Jebol, PUPR Memastikan Juni ini Perbaikan Sepanjang 4,5 Km
Pemkab Gianyar Gelar Sosialisasi Perizinan dan Non Perizinan, Wujudkan Pelayanan yang Cepat, Akurat dan Transparan

Ia pun mengakui beberapa langkah konkret dari pemerintah, baik itu pusat maupun daerah memang telah mencoba untuk mengantisipasi terhadap kejadian pandemi, namun sampai saat ini Bali masih belum bisa menunjukkan bahwa perekonomian di Bali itu semakin baik.

“Itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 yang masih -9,41 persen. Indikator untuk kuartal II 2021 pun kita lihat masih belum ada yang mengindikasikan perekonomian Bali akan lebih membaik,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya berharap langkah-langkah pemerintah mendukung pertumbuhan ekonomi di Bali salah satunya lewat Work From Bali benar-benar terwujud dan bisa menjadi salah satu jalan keluar bagaimana Bali ini bisa survive. Bila ini tidak dilakukan maka dikhawatirkan Bali akan terancam bangkrut.

“Saya berharap WFB tidak hanya diperuntukkan bagi ASN, namun juga menyasar wisman pebisnis. Pelaku bisnis asing work from Bali maka harapannya memberikan efek domino secara langsung bagi devisa Bali. Untuk itu perlu dukungan perintah pusat agar airport bisa dibuka, mengingat daerah lain ada yang sudah dibuka kenapa Bali tidak. Selain tentunya juga dukungan pemerintah agar bisa memberikan kemudahan agar pebisnis asing bisa lama longstay dan mempermurah terkait visa,” terangnya.

Untuk mendatangkan hasil positif bagi Bali, Agus Widura menyampaikan butuh langkah-langkah lainnya yang lebih konkret yang bisa me-recovery Bali itu sendiri. Upaya tersebut di antaranya harus mempersiapkan protokol kesehatan secara betul. Termasuk sudah waktunya Bali membuka rumah sakit internasional (bukan sekadar rumah sakit bertaraf internasional). Kemudian, berani untuk memberikan informasi terkait jumlah orang yang sudah divaksinasi di Bali kepada mancanegara.

“Itu akan memberikan sisi positif dan kepercayaaan kepada calon-calon pengunjung yang akan berlibur ke Bali,” tandasnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pentingnya Perhatian Keluarga Dalam Memberikan Keamanan Bagi Lansia

Rab Jun 2 , 2021
Denpasar-fajarbali.com | Menurut Kementerian Kesehatan, golongan lanjut usia (lansia) adalah mereka yang berusia lebih 60 tahun ke atas. Meskipun produktif, namun lansia tetap memerlukan perhatian khusus, karena kemampuan fisik yang sudah berkurang.
BPD BALI