Pentingnya Perhatian Keluarga Dalam Memberikan Keamanan Bagi Lansia

Denpasar-fajarbali.com | Menurut Kementerian Kesehatan, golongan lanjut usia (lansia) adalah mereka yang berusia lebih 60 tahun ke atas. Meskipun produktif, namun lansia tetap memerlukan perhatian khusus, karena kemampuan fisik yang sudah berkurang.


Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua Tim Klinis Geriatri Terpadu RSUP Sanglah Prof. Dr. dr. RA Tuty Kuswardhani, Sp.PD-KGer, M.Kes, M.H, menyebutkan lansia yang nampak begitu produktif tetap memerlukan perawatan dan pengawasan dari keluarga. Sebab, kondisinya sudah tidak seperti orang berusia muda.

“Perawatan yang paling gampang bisa dilakukan adalah memastikan keamanan lansia itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :
Rendah Minat Pemuda Gianyar Magang ke Jepang, Bermodal Keterampilan Kerja dan Bahasa Jepang
Jalan Jebol di Banjar Pinda – Blahbatuh Jebol, PUPR Memastikan Juni ini Perbaikan Sepanjang 4,5 Km

Lebih lanjut Prof Tuty mengatakan, dalam perawatan lansia, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah keamanan dan terpenuhinya nutrisi bagi lansia.

“Apalagi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pertambahan usia memang membuat tubuh menjadi tidak sekuat dahulu. Hal ini membuat lansia lebih rentan jatuh, untuk menghindari hal tersebut, perlu dilakukan modifikasi terhadap tempat tinggal lansia,” terangnya.

Selanjutnya adalah memperhatikan asupan nutrisi lansia. Prof Tuty menuturkan jika lansia juga memerlukan asupan makanan yang bergizi, seimbang, dan beragam. Ia menjelaskan, menerapkan pola makan sehat lansia dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

“Lansia juga harus tetap aktif berkegiatan, karena salah satu kunci untuk hidup lebih lama adalah lansia yang sehat dan bahagia. Perawatan untuk lansia agar senantiasa berbahagia adalah membantunya agar tetap aktif berkegiatan dan bersosialisasi dengan banyak orang,” ujarnya.

Menurutnya, lansia yang terlalu banyak menghabiskan waktu sendirian di rumah tanpa melakukan kegiatan cenderung mudah merasa kesepian, terisolasi, hingga terjadi gangguan kesehatan mental pada lansia seperti depresi dan stres. Oleh sebab itu, sebagai keluarga, hendaknya perlu membantu lansia agar bisa aktif berkegiatan dan bertemu dengan banyak orang.

“Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah memastikan lansia selalu dalam pengawasan. Meski masih bisa melakukan banyak hal secara mandiri, bukan berarti anggota keluarga boleh melepaskan pengawasan kepada lansia. Usahakan untuk selalu memastikan lansia berada dalam pengawasan dan hindari membiarkan lansia benar-benar sendirian,” tegas Prof Tuty. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Garase Beserta Mobil Dan Dua Sepeda Motor Milik Warga Kintamani Hangus Terbakar

Rab Jun 2 , 2021
BANGLI-fajarbali.com | Kebakaran hebat melanda gudang dan garase yang berada di belakang pasar Kintamani milik I Nyoman Marjana Yasa (56) warga banjar Tandang Buana Sari, Desa Batur Selatan, Kintamani, Bangli, Rabu (2/6/2021) sekitar pukul 11.00 wita.   
BPD BALI