“Semara Ratih” Berdampak pada Penurunan Stunting di Penebel

(Last Updated On: )

FOTO: Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten/Kota, bertempat di Balai Serbaguna, Desa/Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Selasa (21/11/2023).

 

TABANAN – fajarbali.com | Inovasi “Semara Ratih” mulai memberikan dampak signifikan pada penurunan prevalensi stunting di Kecamatan Penebel khususnya. Data Puskesmas Penebel 1, menunjukkan

pada Januari 2023, dari 1. 362 balita yang masuk data stunting sebanyak 41 anak atau 3,01 persen. Per Oktober 2023, dari total 1. 333 balita, angka stunting menurun menjadi 27 anak atau  2,3%.

Sedangkan data Puskesmas Penebel 2, di Januari 2023 dari 834 balita, angka stunting 40 anak atau 4,8%. Memasuki September 2023 mengalami penurunan menjadi 33 anak atau 4,7 %.

Demikian dikatakan Camat Penebel I Made Surya Dharma, saat menghadiri Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten/Kota, bertempat di Balai Serbaguna, Desa/Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Selasa (21/11/2023).

“Di tengah keterbatasan sarana dan fasilitas, saya mengapresiasi kerja keras para pejuang pencegahan stunting mulai dari kader hingga pemangku kepentingan. Walaupun penurunannya tidak terlalu besar, namun kinerja para kader sudah terlihat,” kata Surya.

Seperti harapan semua pihak, Surya juga ingin angka stunting terus menurun seiring dukungan anggaran yang ada. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mencapai target. Tahun 2024, pihaknya memfokuskan kegiatan di desa-desa, meliputi Posyandu, Pemberian Makanan Tambahan, edukasi setop Open Defecation Free (ODF) serta Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Tabanan Ni Wayan Mariati, menyebut Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting merupakan kegiatan yang istimewa.

“Karena melalui kegiatan ini kita bisa mengetahui langkah apa yang perlu kita lakukan sekaligus sebagai ajang silaturahmi. Penurunan angka stunting tidak serta merta terjadi tanpa ada campur tangan dari para kader,” jelas Mariati.

Menurutnya, penanganan stunting merupakan konvergensi melibatkan semua unsur yang ada di Tabanan. Ia berharap angka stunting turun menjadi 2%. Untuk itu diperlukan sinergitas, kolaborasi dan kerja keras dimana ujung tombaknya ada di tangan para kader.

Ia menambahkan, inovasi “Semara Ratih” sudah mengantarkan Tabanan menjadi juara 1 Nasional. Program Semara Ratih merupakan program pendampingan 3 bulan sebelum menikah. Kolaborasi dari TPK (kader PKK, kader KB dan Bidan Desa) didampingi Kapolsek, Danramil, tokoh adat dan budaya melakukan pendampingan dan konseling pranikah.

Setelah dilakukan konseling, pada saat pernikahan diberikan akta perkawinan, kartu keluarga dan sertifikat elsimil.

Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) Sebagai langkah pendekatan pelayanan kepada masyarakat. Tabanan juga memiliki BAAS (Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting), paket BAas Oktober sudah diluncurkan 100 paket sembako.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Sarles Brabar, berujar, setiap negara berkembang mengutamakan masalah stunting, karena berpengaruh terhadap generasi penerus bangsa.

Kata Sarles, stunting menjadi perhatian yang besar dan menyeluruh. Untuk Bali, angka stunting masih 8%. Tahun 2023 telah dilakukan Survey Kesehatan Indonesia yang hasilnya belum dirilis secara resmi.

“Melihat tren penurunan stunting di Tabanan turun terus menerus, saya yakin Tabanan angka stunting akan turun menjadi di bawah 5%. Oleh karena itu, target pemerintah tetap menjadi acuan untuk kita terus bekerja, dan terus lakukan konvergensi. Semua pihak kita libatkan kepolisian, tentara, media BUMN, untuk enjadi Bapak Asuh Anak Stunting. Dari situ teman kader bisa meramu makanan bergizi,” pungkas dia. (Gde)

Next Post

Edukasi Cuci Tangan dengan Baik dan Benar. Langkah Sederhana, Berdampak Besar bagi Murid SD N 4 Abuan

Rab Nov 22 , 2023
Dalam konteks ini, praktik mencuci tangan yang benar telah terbukti sebagai salah satu tindakan pencegahan yang paling efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit.
SD

Berita Lainnya