Perdiknas Fokus Kesejahteraan Pegawai

Sejak dilantik memimpin Perdiknas empat tahun lalu, Gung Eddy komit pada kesejahteraan seluruh karyawan, tentunya berbasis data akurat. Tidak subyektif.

(Last Updated On: )

FOTO: Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, memberikan ‘reward’ kepada dosen Undiknas, Guru SMP Nasional, SMK Teknologi Nasional serta beasiswa pendidikan anak-anak pegawai, Jumat (21/7/2023).

 

DENPASAR – fajarbali.com | Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, memberikan ‘reward’ kepada dosen, guru dan pegawai di lingkungan Perdiknas atas segala capaian dan pengabdiannya.

Penyelenggaraan apresiasi itu berlangsung di Ruang Rapat Perdiknas, Jl. Tukad Yeh Aya 15 Denpasar, Jumat (21/7/2023).

Mereka yang mendapatkan apresiasi dari dosen Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), di antaranya, Dr. Ni Wayan Widhiastini, S.Sos., M.Si., atas jabatan Lektor Kepala, Dr. I Made Suidarma, SE., MM., juga Lektor Kepala, serta Ir. Adie Wahyudi Oktavia Gama, ST., MT., IPM., ASEAN. Eng., sebagai Lektor.

Selanjutnya I Gede Sutrisna S.Pd., M.Pd (beasiswa S2), I Wayan Dite M.Pd., (beasiswa S2), Dr. Kadek Adyatna Wedananta, S.Pd., M.Pd (beasiswa S3) dan Dr. Ni Gusti Agung Ayu Mas Tri Wulandari, SH., MH (beasiswa S3).

Tak hanya itu, Ketua Perdiknas juga menyerahkan SK Beasiswa pendidikan bagi anak-anak dosen, guru dan pegawai, yakni Gusti Ayu Agung Mareni, S.Sos., MAP., I Nyoman Suwirta Adnyana, SS., Ni Nyoman Sulasmini, S. Pd., I Gede Sukerta, I Wayan Tarka, I Wayan Lila, I Nyoman Sutrisna, I Wayan Budiasa, Ni Nyoman Mariani, Luh Gede Rasmini (alm), Ni Putu Suketmi dan Ni Luh Ketut Seniati, S.Pd.

Beasiswa pendidikan penuh bagi anak-anak keluarga besar Perdiknas ini, diberikan dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi. Bahkan, anak dari karyawati Perdiknas yang telah berpulang pun tak luput dari bantuan beasiswa.

“Saya tidak bisa berkata lagi, selain mengucapkan matur suksema kepada Bapak Ketua Perdiknas,” kata Sulasmini, yang anaknya melanjutkan pendidikan tinggi di Undiknas, perguruan tinggi di bawah naungan Perdiknas.

“Artinya, pendidikan anak-anak kami sudah diambil-alih oleh Perdiknas. Jadi kami hanya diminta fokus bekerja,” imbuh mantan Kepala SMK Teknologi Nasional ini.

Syukur dan bahagia juga terlontar dari Dr. Ni Gusti Agung Ayu Mas Tri Wulandari, SH., MH. Berkat kebijakan Perdiknas, ia merasa sangat terbantu dan termotivasi sehingga studi doktoralnya tuntas sebelum ambang batas yang ditentukan.

“Bantuan beliau (Ketua Perdiknas) sangat terasa. Setiap bulan dikasi bantuan buku. Setelah selesai sebelum waktunya juga diberikan lagi. Pokonya terima kasih,” jelas pemilik sapaan akrab Gung Wulan itu.

Senada, Dr. Ni Wayan Widhiastini, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat Wakil Rektor Undiknas bidang Pengembangan Akademik, mengapresiasi kepedulian Ketua Perdiknas terhadap para pegawainya.

Hal ini, menurut dosen yang berpengalaman di bidang kepemiluan ini, tentu menjadi motivasi bagi seluruh karyawan di bawah panji Perdiknas untuk menunjukkan loyalitasnya, karena setitik prestasi pun akan dihargai.

Sementara itu, AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda alias Gung Eddy, menganggap apa yang diberikan Perdiknas adalah sebuah kewajaran yang tidak perlu dilebih-lebihkan.

“Kerja di Perdiknas itu gajinya tidak banyak. Tapi panjang. Dampaknya bisa ke anak-anaknya,” jelas Gung Eddy.

Sejak dilantik memimpin Perdiknas empat tahun lalu, Gung Eddy komit pada kesejahteraan seluruh karyawan, tentunya berbasis data akurat. Tidak subyektif.

“Saya mewarisi sistem yang sudah bagus. Sudah dibangun setengah abad. Jadi apa lagi yang mau saya kerjakan? Kecuali fokus pada kesejahteraan bersama?,” ujarnya.

Layaknya Tri Kona, tiga sifat Kemahakuasaan Tuhan dalam ajaran Hindu, yakni Utpeti (melahirkan), Stiti (memelihara) dan Pralina (melebur) coba diimplementasikan olehnya, meski dia mengakui sebagai manusia biasa yang berlumur dosa.

Sehingga, pemberian apresiasi ini, mesti dimaknai sebagai sifat “Stiti”. Tapi jangan senang berlebihan, karena “Pralina” juga siap menyapu karyawan yang tidak memenuhi kriteria berdasarkan indikator kinerja yang ditentukan.

Kembali dalam kepemimpinannya, putra dari (alm) Prof. Dr. IGN Gorda ini, berpegang teguh pada data. “Saya ngurus ratusan sumber daya manusia. Jadi tidak mungkin satu persatu menghadap ketika ada kepentingan. Jadi saya gunakan acuan data. Mainnya kebijakan obyektif,” kata Gung Eddy memungkasi. Gde

Next Post

Kemendikbudristek Sebut God Bless Aset Negara

Sab Jul 22 , 2023
Personel God Bless yang telah sepuh itu juga dikatakan layak disebut insan seni budaya
god Bless

Berita Lainnya